UPR Harus Mampu Sejajar Dengan PTN Unggul di Indonesia

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Bakal Calon (Balon) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Periode 2022-2026 nomor urut 3, Prof Dr Ir Salampak Dohong, MS, mendorong UPR sebagai kampus tertua di Kalteng agar bisa sejajar dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Hal ini disampaikan Salampak, saat Kalteng.co usai melaksanakan sosialisasi Bakal Calon Rektor di Fakultas Hukum (FH) UPR, Selasa (26/7/2022).
Menurutnya, untuk mewujudkan UPR menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, perlu adanya visi misi yang sejalan dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek-RI), serta Visi misi UPR itu sendiri.
“Keberadaan UPR harus bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal tersebut tentunya didukung dengan rasa saling percaya saling menghargai, sebagai peningkatan citra UPR melalui reformasi birokrasi menuju Zona Integritas dengan sehingga membangun sinergitas dan kolaborasi yang baik dengan seluruh stakholder,” ucapnya.
Sebagai salah satu Calon Rektor, ia memiliki sejumlah visi misi unggulan yakni menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus berkolaborasi dengan mengedepankan semangat pendidikan yang diimplementasikan melalui program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dan mengoptimalkan kelola universitas yang efisien dan profesional berbasiskan sistem teknologi informasi secara terpadu.
“Untuk mengimplementasikan visi misi tersebut, saya telah menyusun empat program utama. Yang pertama yaitu memperkuat tata kelola kelembagaan, sebagai persiapan UPR menuju world class university, akreditasi internasional untuk program studi, akreditasi unggul UPR dan Prodi, mewujudkan UPR menjadi Badan Layanan Umum, sekaligus mempersiapkan menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH),” ujarnya.
Program kedua, sambungnya, pengembangan SDM melalui percepatan lektor kepala menjadi guru besar serta mendorong dosen untuk studi lanjuti S3. Workshop kepemimpinan kepada dosen dengan tugas tambahan.
Kemudian, program ketiga yakni mengembangkan peran mahasiswa, alumni dan orang tua mahasiswa dengan memfasilitasi layanan prima mahasiswa dalam bentuk pembinaan, peningkatan dan pengembangan penalaran, minat, bakat serta mendorong mahasiswa untuk dapat berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
Sedangkan program keempat yakni pengembangan di bidang pendidikan serta kurikulum pengajaran yang harus mampu menyesuaikan dengan tantangan dan perubahan yang cepat di era global.
“Yang jadi fokus pengembangan kurikulum ini adalah outcome based education (OBE) dan MBKM. Apalagi dalam dua tahun kedepan, status UPR tentunya menargetkan dari BLU harus jadi PTNBH. Itu harus dimulai dari sekarang persiapannya. Salah satu syaratnya adalah 60 persen program studi akreditasnya harus unggul,” tandasnya.
Selain itu, pengelolaan sistem keuangan dan pendanaan kreatif juga perlu dikembangkan agar lebih transparan, efektif, efisien, dan berorientasi pada tujuan, terutama dalam rangka menuju BLU dan PTN-BH yang didukung tata kelola yang baik, efisien dan efektif.
“UPR harus melihat potensi yang dimiliki dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Apalagi menjadi PTNBH, harus memenuhi unsur kemandirian anggaran , mengingat 80 persen anggaran sebuah kampus PTNBH harus disiapkan secara mandiri dan untuk mewujudkan semua itu, kita bisa pemanfaatan aset UPR untuk pendanaan pengembangan universitas dan pengembangan kerjasama, meliputi kerjasama akademik, bisnis dan goverment,” tutupnya. (ina)



