Jadi Binaragawati, Gara-gara Diledek Gembrot

BODY CONTEST : Pratiwi Inara saat mengikuti lomba The Best Sixpack Women Fitness Event Mesotropin tahun 2016 dan berhasil meraih juara satu. FOTO IST
BODY CONTEST : Pratiwi Inara saat mengikuti lomba The Best Sixpack Women Fitness Event Mesotropin tahun 2016 dan berhasil meraih juara satu. FOTO IST

SIAPA yang menyangka jika Pratiwi Inara seorang atlet binaragawati bertubuh kekar asal Kota Palangka Raya ini pernah beberapa kali menjuarai sejumlah event body contest di tingkat Nasional.

Mulai dari Juara 4 Berry Collection 2015, Juara 1 dan The Best Sixpack Women Fitness Event Mesotropin 2016, Juara 2 Women Figure Kemal Tropy 2016, Juara 3 Women Sport Model Kemal Tropy 2016, Juara 2 Berry Collection II 2016, Juara 2 Women Figure Adya Novali Clasic 2017 hingga Juara 3 Women Figure Event Alam Sutra 2017.

Atas kesuksesaannya, Pratiwi pun diundang tampil diberbagai acara stasiun televisi ternama di Indonesia. Diantaranya seperti Opera Van Java (Trans7), Lapor Pak (Trans7), Majelis Lucu Indonesia (Youtube) dan Juragan 11 (Indosiar). Bahkan saat ini, ia juga dikontrak sebagai atlet Nasional brand suplemen sportisi Indonesia.

Pratiwi mulai tertarik mulai menggeluti dunia gym pada tahun 2014. Dimana saat itu ia merasa postur tubuhnya gemuk alias gembrot dan sering jadi bahan ledekan teman-teman di kampusnya. Seiring berjalannya waktu, ia diajak teman gym’nya untuk mengikuti body contest tingkat Nasional.

Dengan keinginan dan tekad yang kuat serta bermodalkan dana pribadi, Pratiwi akhirnya memutuskan untuk mencoba mengikuti kontes Berry Collection 2015 di Jakarta dan berhasil meraih Juara 4 dalam even tersebut. Setelahnya barulah Pratiwi mulai mempersiapkan diri mengikuti berbagai body contest tingkat nasional lainnya.

Baca Juga:  Masyarakat Kalteng Minta Edy Muliadi Dijebloskan ke Penjara

“Saya pun tidak menyangka bisa meraih juara empat dalam kontes tersebut, padahal awalnya hanya coba-coba. Mungkin ini yang dinamakan usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ucap wanita kelahiran Palangka Raya, 4 Juni 1990 ini dibincangi Kalteng.co di Desember.id Café Palangka Raya, Jumat (30/12/2021) malam.

Setiap kali mengikuti lomba, Putri dari pasangan Ir Christopheros (Dosen Kehutanan UPR) dan Yusiana Christ ini selalu membawa nama tempat kelahirannya. Di mana ia merasa bangga apabila bisa mengharumkan nama daerahnya ditingkat Nasional.