Lawan Rentenir dengan UMKM Berkah, Sekda Puji Bank Kalteng

PALANGKA RAYA, kalteng.co-Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kalteng telah melaksanakan berbagai program guna meningkatkan pemahaman serta akses keuangan masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai ini.
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, berbagai program sudah dilaksanakan tahun ini. Salah satunya yakni usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Berkah melawan rentenir serta program satu rekening satu pelajar (kejar).
“Tentu saya mengapresiasi Bank Kalteng yang sukses menginisiasi program kredit melawan rentenir ini,” katanya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi TPKAD Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (15/12).
Diungkapkannya, dengan adanya kredit program yang berbiaya rendah ini harapannya ketergantungan masyarakat dan pelaku usaha terhadap para rentenir yang selama ini terjadi bisa ditekan. Hal ini perlu menjadi semangat dan inspirasi bagi sektor perbankan agar dapat menciptakan program-program yang inovatif.
“Utamanya program yang dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat, sehingga akan mendorong jumlah tabungan dan investasi yang kemudian terealisasikan dalam penyaluran kredit atau pembiayaan dari sektor jasa keuangan dan dapat mendorong gerak laju perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dijelaskannya, menanamkan literasi keuangan sejak dini sangat perlu dilakukan, untuk itu Pemprov Kalteng telah memberikan dukungan melalui surat edaran tentang kejar ini. Yang isinya, meminta seluruh bupati dan walikota untuk mendukung dan memonitor pelaksanaan program kejar tersebut.
“Dengan adanya hal tersebut saya juga mengharapkan peran aktif perbankan untuk menjalin kerjasama dengan pihak sekolah secara merata,” tegasnya.
Ditambahkannya, pihaknya mengapresiasi perbankan yang telah menjalankan program ini. Salah satunya, Bank Kalteng telah berhasil memberikan pembukuan rekening simpanan pelajar pada 20.070 murid pada bulan inklusif keuangan Oktober lalu.“Semoga program ini dapat terus terlaksana dan berkesinambungan serta perbankan lain juga dapat lebih meningkatkan pelaksanaan program kejar,” pungkasnya. (abw/uni)




