BeritaEKSEKUTIFPEMKO PALANGKA RAYA

52 Kasus Kebakaran Terjadi di Palangka Raya Hingga Juli 2025, Konsleting Listrik Jadi Pemicu Utama

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sepanjang Januari hingga Juli 2025, sebanyak 52 kejadian kebakaran tercatat terjadi di Kota Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, korsleting listrik menjadi penyebab paling dominan yang memicu terjadinya kebakaran, terutama di kawasan permukiman.

Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mencatat, dari total 52 kejadian tersebut, sebanyak 47 di antaranya terjadi di area permukiman warga. Sementara itu, 5 kejadian lainnya merupakan kebakaran lahan atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang seluruhnya berhasil ditangani oleh tim Disdamkarmat Palangka Raya.

Khusus pada bulan Juli 2025, tercatat ada 12 kejadian kebakaran yang ditangani petugas. Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan pemukiman padat seperti Jalan Sethadji, Jalan Kapur Naga, Jalan Mendawai, hingga bangunan usaha seperti mebel dan warung.

Salah satu insiden signifikan terjadi pada Rabu, 16 Juli 2025, di Jalan Trans Bukit Rawi. Sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai warung milik warga bernama Tantan (66), terbakar akibat korsleting listrik. Kerugian akibat kebakaran ini di taksir mencapai Rp500 juta.

Mayoritas Kejadian Kebakaran Dalam Dua Bulan Terakhir Berhasil Di Tangani

Kejadian lain yang cukup menyita perhatian terjadi di Pondok Pesantren Mamba’ul Darrusalam, pada 26 Juli 2025. Kebakaran menghanguskan bangunan asrama santri berukuran 21×10 meter, dengan kerugian di perkirakan mencapai Rp200 juta.

Kebakaran terbesar pada bulan Juli terjadi pada Selasa, 29 Juli 2025, di Jalan Kalimantan Gang Mandau, Kelurahan Pahandut. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan rumah konstruksi kayu dengan luas hampir 2.000 meter persegi. Kerugian akibat kebakaran ini di perkirakan mencapai Rp2 miliar. Penyebabnya di duga berasal dari pembakaran benda padat yang tidak terkendali.

Sementara pada Juni 2025, terdapat 11 kejadian kebakaran yang tercatat. Insiden terbesar bulan itu terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, di Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut. Sebanyak 18 rumah kayu milik warga hangus terbakar akibat korsleting listrik. Akibat kejadian tersebut, sekitar 52 jiwa dari 18 kepala keluarga terdampak, dengan kerugian yang di taksir mencapai Rp1,8 miliar.

Secara umum, mayoritas kejadian kebakaran dalam dua bulan terakhir berhasil di tangani secara sigap oleh personel Dis damkarmat Kota Palangka Raya. Namun, sebagian besar kasus menunjukkan masih adanya kerentanan terhadap instalasi listrik di rumah-rumah warga. Faktor penyebab meliputi mini circuit breaker (MCB) yang rusak, kabel listrik tua, hingga gangguan pada jaringan WiFi yang korslet.

Sebagian Besar Penyebab Kebakaran Berhubungan Langsung Dengan Kelistrikan

Kepala Dis damkarmat Kota Palangka Raya, Gloriana, mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang di sebabkan oleh instalasi listrik yang tidak layak pakai.

“Sebagian besar penyebab kebakaran yang kami tangani berhubungan langsung dengan kelistrikan. Kami mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing, memperhatikan penggunaan kabel, stop kontak, serta menghindari menumpuk colokan pada satu titik,” jelas Gloriana.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama di musim kemarau seperti saat ini yang rawan memicu kebakaran lahan.

Selain permukiman, beberapa kejadian kebakaran juga tercatat terjadi di tempat usaha, kendaraan bermotor, dan fasilitas umum. Seluruh insiden tersebut dapat di tangani berkat laporan cepat dari warga serta kesiapsiagaan tim pemadam yang siaga di sejumlah pos wilayah.

Dis damkarmat turut mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencegah kebakaran, antara lain dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah, memperbaiki sistem kelistrikan yang sudah tua, serta segera melaporkan indikasi kebakaran melalui layanan darurat pemadam kebakaran. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button