Visum Pastikan Jenazah ABK Tenggelam Bernama Slamet

Visum Pastikan
MENGAPUNG: Kondisi jenazah korban ditemukan mengapung di tepi Sungai Kahaya sebelum dievakuasi menuju daratan, Jumat (7/1/2022) sore. FOTO: OIQ

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Visum pastikan jenazah ABK tenggelam bernama Slamet. Pria berusia 26 tahun itu sebelumnya telah dinyatakan tenggelam di Sungai Kahayan bersama rekannya, Daffa (20), pada 17 Desember 2021 lalu.

Tenggelamnya Anak Buah Kapal (ABK) itu bermula saat kapal tongkang bermuatan batu split dengan tujuan dari Bojonegoro – Palangka Raya itu hendak melakukan tambat atau sandar di Pelabuhan PT. Karya Halim Sampurna.

Ketika itu sebanyak empat ABK Tugboat Blue Whale XXVII penarik tongkang bermaksud ingin berpindah ke tongkang menggunakan perahu atau yang biasa dikenal kelotok milik warga setempat.

Saat hendak melakukan proses pemindahan tersebut, diduga karena terhempas oleh arus yang begitu kuat menyebabkan kelotok yang digunakan itu tenggelam ketika telah mendekati tongkang.

Adapaun penumpang dari tenggelamnya kelotok itu sebanyak lima orang. Tiga diantaranya yang selamat adalah Akram Hibatullah, Muhammad Fariz Akmal dan Hendrik (motoris sekaligus pemilik kelotok).

Baca Juga:  Dorong Masyarakat Kreatif dan Produktif

Sementara itu, dua ABK yang tenggelam dalam peristiwa kecelakaan kapal itu bernama Slamet Hariyadi (26) dan Daffa Kholisa Rozaq (20).

Pasca tiga pekan pencarian atau kurang lebih selama 22 hari, jenazah atas nama Slamet Hariyadi berhasil ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung dengan keadaan setengah telanjang hanya menggunakan celana pendek.