Waspada Penyebaran Penyakit ASF Pada Ternak Babi

Waspada Penyebaran
Kepala Bidang Keswan Kesmavet Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Palangka Raya Sumardi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Waspada penyebaran penyakit ASF pada ternak babi. Akhir-akhir ini Kalteng khususnya Kota Palangka Raya dihebohkan virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi.

Adanya hal tersebut, Pemko Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 524.3/2105/DPKP.1/X/2021.

Tentang kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi, hal tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya laporan kejadian ternak babi sakit hingga mati.

“Kepada seluruh camat dan lurah sekota Palangka Raya saya mengimbau untuk bisa menyebarkan dan memberitahukan surat edaran ini kepada seluruh peternak babi yang ada di daerahnya,” ungkap Kepala Bidang Keswan Kesmavet Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Sumardi kemarin.

Adapun lebih lanjut isi surat edaran tersebut berbunyi kepada masyarakat yang menemukan babi yang sakit dan mati dalam jangka  satu kali 24 jam, agar bisa melaporkan kepada petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rakumpit, Bukit Batu, Kalampangan atau langsung ke DPKP kota.

Baca Juga:  Mobil Pelansir Diduga Penyebab Awal Kebakaran

Selanjutnya, babi yang mati harus segera di kubur untuk mencegah penyakitnya menyebar secara luas, masyarakat juga diminta tidak menjual babi dan daging babi dari ternak yang sakit, segera lakukan isolasi ketika ada babi yang sakit.

Baca Juga:  Aksi Tolak TBBR di Kalteng, Polisi Kerahkan Ratusan Personel

Dengan cara dipisahkan dari babi lain, kandang tempat ternak babi yang mati sebaiknya di kosongkan kurang lebih selama dua bulan dan diberikan disinfeksi kandangnya.

“Untuk penanganan lebih lanjut dapat menghubungi Petugas Kesehatan Hewan (PKH) melalui SMS Ke nomor 0823-5082-3335,” pungkasnya. (ahm)