METROPOLIS

Achwan Kembali Pimpin Komda APHI Kalteng Masa Bakti 2021-2026

PALANGKA RAYA, kalteng.co –Komisariat Daerah (Komda) Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Provinsi Kalteng menetapkan kembali Ir Achwan S Hut IPM sebagai ketua. Ia mengantongi 52 suara dari 54 suara peserta luring dan daring Rapat Anggota Komda APHI Kalteng Tahun 2022 dalam rangka penyusunan pengurus Komda APHI Kalteng Masa Bakti 2021-2026, Selasa (22/2/2022).

Di hadapan seluruh peserta rapat, Achwan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia mengaku cukup berat mengemban posisi sebagai ketua yang menaungi 70 perusahaan sektor kehutanan.

“Terasa berat bila sebagai pengurus tidak ada dukungan dari anggota, begitupun sebaliknya. Dukungan juga akan mempermudah berjalannya kepengurusan. Saya berharap nantinya kepengurusan ini dapat saling berbagi informasi. Selain itu, kalau ada yang berjalan tidak semestinya maka saya berharap untuk diingatkan,” ucap Achwan seraya berdoa agar APHI Kalteng dapat menjalankan atau merealisasikan visi dan misi asosiasi.

Setelah penetapan ini, ia memastikan segera menyusun nama-nama pengurus organisasi.

Sebelumnya, dalam pembukaan Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Sri Suwanto menyampaikan pergantian pemimpin dalam organisasi adalah proses biasa. Ia berharap pemimpin dan pengurus Komda APHI Kalteng dapat saling meningkatkan asah, asuh dan asih. Termasuk juga menjaga kekompakan dan kerja sama dengan pemerintah.

AKRAB: Seluruh tamu undangan berfoto bersama Ketua Komda APHI Kalteng masa bakti 2021-2026 Achwan usai acara.

“Saya minta pengusaha sektor kehutanan ini tetap peduli terhadap lingkungan. Galakkan gerakan menanam pohon demi menjaga lingkungan,” pesannya.

Sementara itu, hadir secara virtual, Dewan Pengurus APHI Pusat Tjipta Purwita. Ia mengucapkan selamat kepada ketua terpilih. Tak lupa ia pun mengingatkan Komda APHI Kalteng bukan saja sebagai kepanjangan tangan dari APHI pusat, tetapi juga penyelenggara kegiatan asosiasi di daerah.

Disampaikan Ketua Panitia Magdalena, rapat tahunan ini terasa berbeda karena di masa pandemi Covid-19. Biasanya, rapat diisi juga dengan seminar dan lokakarya, tetapi tahun ini rapat pun digelar terbatas dan sesuai protokol pencegahan Covid-19. (ila/5)

Related Articles

Back to top button