BNF Beri Pelatihan Pembibitan untuk Masyarakat

Penanaman tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan tujuan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Yaitu pemulihan ekosistem di taman nasional seluas kurang lebih 600.000 hektare tersebut.
Koesmyadi menambahkan, untuk program penanaman tahun ini persemaian permanen BPDASHL Kahayan akan membantu untuk pengadaan 12.500 bibit tanaman lokal. Guna memenuhi kebutuhan penghijauan.
Selain melakukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas anggota CN. BNF juga menambah CN baru untuk mempercepat proses penambahan bibit. Yang akan di tanam selama program sejuta selama lima tahun ke depan, serta memaksimalkan proses pemberdayaan masyarakat bersama masyarakat lokal.
“Kami baru saja membentuk CN yang baru, yakni CN Sebaru dengan beranggotakan sebagian besar perempuan yang merupakan ibu-ibu rumah tangga. Diharapkan hal tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat lokal yang sebagian besarnya ibu-ibu yang hanya bekerja di rumah,” imbuhnya.
BNF saat ini telah membina sebanyak enam CN di Kelurahan Kereng Bangkirai dan Sabaru,Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya. Dua kelompok CN juga baru saja terbentuk dan masih dalam tahap persiapan memulai aktivitas.
“Kami sangat senang dan tertarik mengikuti pelatihan ini. Karena menambah pengetahuan kami untuk bagaimana memilih dan memelihara bibit tanaman lokal yang nantinya akan di tanam di hutan-hutan. Selain itu program ini juga menambah penghasilannya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga,” ungkapnya.
Rosna mengatakan, sejak suaminya meninggal tahun 2011, ia hanya mengandalkan uang pensiunan suaminya, sehingga dia harus bekerja keras menghidupi empat orang anaknya yang belum bekerja. Sejak menjadi anggota CN Sabaru, ia cukup terbantu dengan yang ia dapatkan untuk hutan dan keluarganya.
“Menjadi anggota CN cukup meningkatkan dan membantu perekonomian saya. Selain itu saya ikut menjaga dan melestarikan hutan yang menjadi warisan nenek moyang, sehingga anak cucu dapat merasakan manfaatnya kemudian hari,” imbuh mantan guru Madrasah Tsanawiyah ini.
Rosna juga memberikan pengetahuan pentingnya keberadaan hutan kepada anak-anaknya. Sehingga kelak mereka tetap dapat melihat hewan-hewan liar yang hidup di hutan tanpa harus ke kebun binatang. Di hutan juga merupakan tempat mencari makan dan obat-obatan tradisional yang sudah diturunkan dari nenek moyang mereka.
Program pemulihan ekosistem hutan gambut Sebangau ini diselenggarakan berkat dukungan dari The Keeling Curve Prize, Uplink/Trillion Trees, Arcus Foundation, Christmas Tree World, Darwin Initiative, Disney Conservation Fund, Eurofins Foundation, Forest, Smoothie, Fondation Franklinia, Global Wildlife Conservation (GWC), Orangutan Appeal UK (OAUK), Orangutan Conservancy, Orangutan Outreach, RRC EA Wetlands and The Orangutan Project (TOP). (2/)



