BeritaUtama

Cegah Klaster Nataru

PALANGKA RAYA, kalteng.co-Berkaca dari libur panjang pada November lalu terjadi lonjakan kenaikan kasus yang cukup signifikan di Kalteng, bahkan pascalibur panjang tercatat kasus terbanyak selama adanya pandemi Covid-19 di Kalteng. Efek liburan itupun masih terasa hingga Desember yang mengakibatkan Desember menjadi puncak tertinggi kasus Covid-19 selama ini. 

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Kalteng Rini Fortina mengatakan, pada Desember ini tercatat sebanyak 2.761 kasus Covid-19 di Kalteng. Terjadi peningkatan sebesar 41 persen daripada November dengan jumlah kasus sebanyak 1.621, data ini per 20 Desember 2020.
“Begitupun dengan kasus kematian akibat Covid-19, kematian per bulan alamai peningakatan pada Desember yang mencapai 25 persen,” kata Rini Fortina, kemarin (23/12). 
Sebelumnya, pada November juga tercatat kasus kematian tertinggi, namun saat ini kasus kematian tertinggi berada di Bulan Desember. Pada November, tercatat sebanyak 42 kasus kematian dan pada Desember ini kasus kematian mencapai 56 pasien.
“Meskipun, selama satu minggu terakhir ini memang terjadi penurunan kasus dari minggu sebelumnya, penurunan mencapai 34 persen termasuk kasus kematian, minggu sebelumnya tercatat 27 kasus kematian dan minggu ini hanya tujuh saja,” ungkapnya.
Saat ini, Rabu (23/12) terjadi penambahan kasus sebanyak 101 orang dengan total kasus sebanyak 9.103 pasien. Untuk pasien yang saat ini sedang dalam perawatan sebanyak 2.406.
Kenaikan kasus beberapa pada November lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul pernah menyampaikan bahwa hal itu salah satu dampak daripada libur panjang.  Saat itu, Suyuti menyebutkan lonjakan kasus saat itu masih terkait dengan libur panjang.Saat itu pihaknya juga mendapatkan laporan bahwa hasil tracking menunjukkan ada yang berpergian atau kedatangan kerabat dari luar. Selain itu, kenaikan kasus juga terjadi akibat klaster keluarga dan klaster di berbagai kerumunan.
“Iya, masih terkait liburan dan langsung ikut ke berbagai kerumunan,” katanya. 
Untuk itu, pihaknya menegaskan kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Lantaran, hingga saat ini tidak ada cara lain yang dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 selain dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.
Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Kalteng Darliansjah mengatakan, berkenaan dengan pengawasan perpindahan orang saat Natal dan tahun baru (Nataru) ini, pihaknya melakukan kajian cepat dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan berkenaan pengawasan transportasi. Sehingga tidak terjadi Klaster Nataru. 
“Saat ini sedang dikoordinasikan untuk kajian cepat berkenaan pengawasan khususnya di perbatasan antara kabupaten di Kalteng,” tegasnya saat dikonformasi, kemarin sore.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat forum lalu lintas angkutan jalan yang beranggotakan Ditlantas Polda Kalteng, Polres Kota Palangka Raya, Dishub kabupaten/kota, Dinas PU dan Balai Jalan. Hasil kesepakatannya mendukung sinergi pengawasan dengan operasi lilin telabang 2021.
“Operasi lalin telabang ini dilaksanakan mulai 21 Desember lalu hingga 4 Januari 2021,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (23/12).
Diungkapkannya, pihaknya juga sudah membentuk posko di Dishub Kalteng dan masing-masing stakeholder juga membentuk posko di instansinya masing-masing. Sesuai arahan Menteri Perhubungan per 18 Desember lalu, sudah dilaunching posko pelayanan terpadu lintas sektoral.
“Lokasi poskonya berada di titik-titik keluar dan masuk transportasi, seperti di terminal, bandara dan pelabuhan, sejak 18 Desember lalu sudah berjalan,” ungkapnya kepada Kalteng Pos.
Nantinya, dari posko-posko yang dibentuk itu akan dilakukan akumulasi data penumpang, guna melihat lonjakan jumlah keluar masuk masyarakat selama libur Nataru. Biasanya, lanjut Dedy, satu hari sebelum Natal menjadi puncak daripada pergeseran orang.

“Tetapi, per 18 Desember lalu sudah mulai akan peningkatan jumlah penumpang, tetapi nanti akan kembali dilihat pada hari apa terjadi peningkatan,” ucapnya.
Berkenaan pergerakan transportasi darat di Kalteng, pihaknya menyebut masih memberlakukan persyaratan rapid test antibody atau paling tidak menggunakan surat keterangan sehat dari puskesmas setempat. Sedangkan pergerakan orang ke Jawa dan Bali harus menggunakan rapid test antigen.
“Penerapan rapid test antigen ini juga sebagai salah satu cara pemerintah untuk mengurangi pergerakan orang saat libur tahun baru, selain pemangkasan cuti akhir tahun,” ucapnya.
Berkenaan dengan pencegahan penularan Covid-19 melalui transportasi darat di Kalteng, maka pihaknya meminta kepada pihak-pihak angkutan seperti bus agar betul-betul menerapkan aturan pencegahan prokes. Seperti pengaturan jarak pada kendaran, penggunaan masker dan cek suhu tubuh.
“Setiap keberangkatan dari terminal maka tim posko akan memastikan bahwa aturan penerapan protokol kesehatan itu dipatuhi baik oleh pengelolan terminal, angkutan dan penumpang,” tegasnya.

Meskipun di sisi lain pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudik, khususnya ke daerah-daerah zona merah. (abw/ala)

Related Articles

Back to top button