Pendiri Thodex Tewas di Penjara! Bos Kripto Turki Faruk Fatih Ozer Dihukum 11.196 Tahun

KALTENG.CO-Dunia kripto di Turki baru-baru ini diguncang oleh kabar yang menggemparkan sekaligus tragis. Di tengah perkembangan pesat aset digital yang dijuluki ‘emas digital’ ini, kisah Faruk Fatih Ozer, pendiri salah satu bursa kripto terbesar di Turki, Thodex, berakhir pilu.
Ozer, pria berusia 31 tahun yang pernah menjadi pionir kripto, ditemukan tewas di dalam sel penjara pada Sabtu (1/11/2025) lalu, tak lama setelah ia dijatuhi hukuman yang fantastis dan hampir tak terbayangkan: 11.196 tahun penjara.
⛓️ Hukuman Fantastis dan Isolasi Diri
Faruk Fatih Ozer dihukum atas tuduhan serius berupa penipuan dan pencucian uang yang terkait dengan skandal keruntuhan Thodex pada tahun 2021. Hukuman ribuan tahun ini merupakan simbol betapa parahnya kejahatan keuangan yang ia lakukan menurut sistem hukum Turki.
Menurut pengacaranya, Sevgi Erarslan, Ozer belakangan menunjukkan perubahan perilaku drastis di balik jeruji besi. Ia semakin menarik diri dari dunia luar.
“Dia bahkan menolak untuk bertemu keluarganya akhir-akhir ini. Dia mengisolasi diri, tidak mau hadir di persidangan, dan menolak pindah dari sel isolasi tunggal,” ujar Erarslan.
Kondisi psikologis yang tertekan ini memuncak pada tragedi bunuh diri yang diduga terjadi di dalam selnya.
🚨 Bunuh Diri atau Kelalaian? Penyelidikan Dibuka
Meskipun Kementerian Kehakiman Turki telah mengonfirmasi kematian tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan atau kondisi mencurigakan—mengindikasikan kematian murni karena bunuh diri—pihak pengacara menyuarakan keraguan.
Pengacara Ozer menuding adanya kemungkinan kelalaian dari pihak penjaga penjara.
“Kalau tubuhnya ditemukan lama setelah kematian, artinya ada kelalaian dari administrasi penjara,” kata Erarslan.
Merespons polemik ini, kantor kejaksaan Tekirdag segera membuka penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian Ozer. Publik kini menanti hasil autopsi resmi yang belum dipublikasikan.
💸 Skandal Thodex: Kerugian Triliunan Rupiah
Kasus Ozer memang telah menjadi salah satu skandal kripto terbesar di Turki dan menarik perhatian global.
Thodex, bursa yang didirikan Ozer di Istanbul, tiba-tiba menghentikan seluruh aktivitas perdagangan pada tahun 2021. Hal ini menyebabkan puluhan ribu investor kehilangan akses ke dana yang mereka tanamkan.
- Nilai Kerugian: Angka kerugian masih diperdebatkan. Menurut perusahaan analisis blockchain Chainalysis, kerugian investor ditaksir mencapai sekitar USD 2,6 miliar (setara lebih dari Rp 41 triliun). Namun, dakwaan jaksa Turki mencantumkan angka yang jauh lebih rendah, yaitu USD 24 juta (sekitar Rp 380 miliar).
- Pelarian dan Ekstradisi: Setelah skandal meledak, Ozer melarikan diri ke Albania. Ia baru berhasil diekstradisi kembali ke Turki pada tahun 2023 dan langsung menghadapi proses hukum yang menjeratnya bersama dua saudaranya.
Drama hukumnya semakin rumit setelah putusan ribuan tahun itu sempat dibatalkan oleh pengadilan banding awal tahun ini, sebelum kemudian kasusnya dilanjutkan kembali oleh pengadilan tingkat bawah.
⚠️ Peringatan Pahit Bagi Dunia Kripto
Kematian Faruk Fatih Ozer di penjara menimbulkan banyak spekulasi. Ada yang melihatnya sebagai cerminan tekanan hukum ekstrem di balik ambisi besar dunia kripto.
Terlepas dari penyebab pasti kematiannya, kisah Ozer adalah peringatan pahit bagi ekosistem kripto global. Di balik janji gemerlap keuntungan digital dan inovasi teknologi, selalu ada risiko keserakahan, tekanan hukum, dan konsekuensi fatal yang menanti para pelakunya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa regulasi dan etika tetap menjadi pilar utama dalam membangun fondasi yang aman di dunia aset digital. (*/tur)




