Tim Gabungan Bersihkan Jalur Sungai Sebangau

Antisipasi Jika Ada Karhutla
jalur sungai
TIM GABUNGAN : Tim Patroli Center for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland (CIMTROP) Universitas Palangka Raya, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kereng Bangkirai dan Kelurahan Sabaru, serta BNF Indonesia ketika melakukan pembersihan jalur di Sungai Sebangau Kota Palangka Raya, Minggu (12/09/2021).

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Tim Gabungan, terdiri dari Tim Patroli Center for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland (CIMTROP) Universitas Palangka Raya, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kereng Bangkirai dan Kelurahan Sabaru, serta Borneo Nature Foundation (BNF) Indonesia, mengadakan kegiatan pembersihan jalur di Sungai Sebangau Kota Palangka Raya pekan lalu, Minggu (12/09/2021).

Pembersihan pampanan atau tumpukan pohon rasau (Pandanus helicopus) yang hanyut dan menumpuk menyebabkan jalur Sungai Sebangau tertutup. Hal tersebut mempersulit akses Tim Patroli Gabungan dalam melakukan kegiatan patroli dan nelayan yang mencari ikan.

Baca Juga:  Masyarakat Adat Dayak Desa Parahangan Gelar Mampakanan Sahur Lewu

Menurut Manajer Konservasi BNF Indonesia, Adhy Maruly, pampanan sudah menutup beberapa titik di Sungai Sebangau. Jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (kahutla), hal itu dapat memperlambat akses tim patroli dalam upaya memadamkan api.

“Pampanan tersebut harus segera dibersihkan agar mempermudah akses tim dalam melakukan patroli rutin. Kegiatan patroli ini dilakukan untuk mengamankan kawasan Laboratorium Alam Hutan Gambut, area khusus di dalam Taman Nasional Sebangau, dari kegiatan penebangan liar, perburuan satwa, penangkapan ikan secara ilegal, serta kebakaran hutan,” ungkapnya.

Baca Juga:  BPDASHL Kahayan Beri 52.520 Bibit Pohon

Berita Terkait……Sebangau Kuala Segera Dialiri Listrik 24 jam

Di tempat yang sama, Koordinator MPA Kereng Bangkirai, Aditya mengatakan, tim gabungan yang terlibat berjumlah 36 orang dalam kegiatan pembersihan selama empat hari. Pembersihan pampanan merupakan rangkaian kegiatan penanganan dan kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ada beberapa kendala yang kami hadapi, namun yang paling sulit ketika harus menarik pampanan besar yang sudah membentuk pulau-pulau rasau. Semakin banyak yang membantu dalam kegiatan ini akan sangat memudahkan kami membersihkan jalur ini,” katanya.