Warga Sulung Minta Perbaikan Jalan

FOTO BERSAMA: Anggota DPRD Kotawaringin Barat dari Komisi II foto bersama dengan warga saat reses, beberapa waktu lalu.
FOTO BERSAMA: Anggota DPRD Kotawaringin Barat dari Komisi II foto bersama dengan warga saat reses, beberapa waktu lalu.

PANGKALAN BUN,kalteng.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat dari Komisi II kembali melakukan reses. Kali ini melakukan kunjungan ke wilayah Desa Sulung dan Kenambau. Hal ini dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat setempat.

Selain menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, anggota dewan juga ingin melihat kondisi pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah selama ini. Berbagai masukan dan informasi diberikan warga yang nantinya akan ditindaklanjuti pada rapat bersama pemerintah daerah.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat Bambang Suherman. Menurutnya, pada saat melakukan reses, mereka menerima berbagai informasi dan masukan dari masyarakat. Salah satunya terkait masalah pembangunan jalan antardesa yang dianggapnya masih kurang sesuai dengan keinginan warga.

Baca Juga:  Nyambi Jual Narkoba, Sopir Ditangkap

Selama ini, sudah ada beberapa jalan yang dibangun dan sudah berfungsi. Tetapi mereka tetap berharap ada peningkatan lagi. Baik yang melalui Desa Sulung ke Desa Kenambui serta Desa Kenambui menuju Desa Runtu. Karena selama ini aksesnya harus memutar dan tidak langsung menuju desa yang dituju. “Mereka merasa selama ini harus melintas jalan ke perusahaan yang dianggapnya terlalu jauh.

Masyarakat meminta agar bisa diberikan akses yang mudah dan lebih dekat,” katanya. Politikus dari Partai Gerindra itu menambahkan, selain masalah pembangunan jalan, juga terkait sarana dan prasarana nelayan. Karena peralatan warga yang selama ini bekerja sebagai nelayan, tidak memadai. Sehingga nantinya diberikan kemudahan, khususnya yang ramah lingkungan.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 di Kobar Sisa Satu

Begitu pula dengan keinginan dari karang taruna agar diberikan pelatihan. Salah satunya pelatihan dalam pembuatan batako serta diberikan alat pres. Selain itu juga masukan dari ibu-ibu PAUD agar bisa diberikan peningkatan kompetensi.

“Karena ada yang tingkatan S1 sehingga guru yang selama ini bekerja di sana bisa ditingkatkan kompetensinya. Supaya nantinya bisa memberikan peningkatan pendidikan di dua desa tersebut,” ujarnya. (son/ens)