UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Tumbuhkan Kepedulian Generasi Muda Terhadap Perkembangan Kota

PALANGKA RAYA, Kalteng .co– Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., melalui Wakil Rektor Bidang Akademik UPR Dr Natalina Asi, Mendorong seluruh generasi muda untuk perduli terhadap kota, bangsa, serta dapat mengerti cara melihat permasalahan dan kebutuhan i daerahnya.

Hal ini disampaikan Natalina, saat berlangsungnya seminar yang berlangsung di Aula Rahan, Lantai 2 gedung Rektorat UPR, belum lama ini. Menurutnya, peran orang tua sangat memengaruhi perkembangan anak di era perkembangan teknologi dan digitalisasi saat ini.

Sehingga, pendidikan karakter harus ditanamkan orang tua sejak anak masih kecil, agar kedepannya anak mampu menyaring dampak negatif informasi di media sosial.

“Di zaman majunya teknologi peran orang tua sangat dibutuhkan, agar anak tidak menjadi korban kemajuan teknologi. Namun justru bisa memanfaatkan majunya teknologi, sebagai sarana menunjang kemajuan pendidikan,“ ucapnya.

Disisi lain, Komisaris Utama PT Pertamina sekaligus narasumber seminar yang berlangsung secara virtual, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan bahwa dengan majunya perkembangan teknologi, membuat banyak karakter generasi muda diadopsi dari media sosial, yang memengaruhi penikmatnya. Dengan begitu, hubungan dengan Tuhan serta perhatian terhadap lingkungan mulai terabaikan.

“Perlu tembok pembatas untuk hal negatif, yang ditumbuhkan di kalangan kaum muda saat ini, dengan memperkuat pendidikan agama dan dukungan orang tua, untuk menumbuhkan karakter yang baik bagi generasi muda bangsa,“ ujarnya.

Dijelaskan bahwa masa depan Palangka Raya berada di tangan generasi muda yang perlu diperlengkapi, agar peduli terhadap kotanya, peka melihat permasalahan, serta cakap berkontribusi dan berkolaborasi untuk menjadi bagian dari solusi.

“Melalui kegiatan ini, kaum muda diharapkan memahami cara melihat permasalahan dan kebutuhan di kotanya, misalnya permasalahan terkait lingkungan, perlindungan hutan, ekonomi hijau, ekonomi kreatif, pendidikan Pancasila yang kreatif dan kekinian, serta masalah kebangsaan lainnya,” tutupnya.(ina)

Related Articles

Back to top button