POLITIKA

Mukhtarudin : Peran Generasi Z dan Literasi Digital Bisa Menekan Angka Hoaks di Pemilu 2024

JAKARTA, Kalteng.co – Dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hoaks semakin sulit dideteksi. Termasuk penyebaran konten bermuatan informasi palsu atau hoaks menjelang Pemilu Serentak 2024 mendatang.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPR RI Mukhtarudin mengatakan, bahwa pemerintah harus melakukan atau menggalakkan peningkatan literasi digital seperti mengedukasi masyarakat agar secara mandiri dapat mengidentifikasi dan memahami tentang konten yang bermuatan informasi palsu atau hoaks.

Mengingat, pentingnya pengawasan hoaks sebagai suatu proses demokrasi lima tahunan di Indonesia agar berjalan aman dan lancar.

“Jadi, penting dari literasi digital yakni kita harus memiliki keterampilan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital dan memastikan bahwa informasi yang beredar selama pemilu adalah akurat dan dapat dipercaya,” ujar politisi Golkar asal Pangkalan Bun Kalteng ini, Jumat (26/01/2024).

Untuk itu peraih tokoh peduli daerah terbaik Parlemen Award 2023 ini mengimbau, baik masyarakat maupun institusi Pemilu agar bijak dalam menerima informasi ataupun berita yang beredar dengan teliti dan penuh kehati-hatian.

Artinya, Caleg DPR RI yang paling kompeten dari Dapil Kalimantan Tengah ini bilang, semua pihak mesti melakukan cross chek dengan benar pada narasumber.

“Pasalnya, kabar sensasional yang memicu emosi dan hoaks yang diproduksi oleh teknologi AI telah menjadi ancaman nyata bagi kebenaran dan akurasi informasi di tanah air,” bebernya.

Karena hal itu, kata Mukhtarudin yang menjadi ciri dari masyarakat generasi Z (Gen Z) kerap kali dianggap sebagai generasi era modern (digital), memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya tanpa mengenal batas dan waktu.

Masyarakat digital utamanya Generasi Z haus akan informasi aktual sehingga kerap kali dalam jagat digital dibanjiri oleh informasi yang sedang hangat dibicarakan.

“Nah ini penting peran generasi Z dan literasi digital itu bisa menekan angka hoaks di pemilu nanti,” ujar Mukhtarudin.

Kurang dari 18 hari lagi penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) serentak akan digelar pada Rabu, 14 Februari 2024.

Peraih penghargaan Tokoh pejuang Pancasila versi KNPI 2021 ini tak lupa selalu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kritis terhadap informasi yang diterima jelang pencoblosan nanti.

“Mari bentengi diri dengan kabar hoaks terutama di masa yang sensitif menjelang Pemilu serentak 2024 mendatang,” tutup Mukhtarudin. (*/pra)

Related Articles

Back to top button