METROPOLISPangkalan BunPOLITIKA

Pagelaran Wayang Kulit PDI Perjuangan Kalteng, Wadah Pelestarian Budaya dan Sosialisasi Pemimpin Baru

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Dalam rangka melestarikan budaya sekaligus mendekatkan calon pemimpin kepada masyarakat, PDI Perjuangan Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Pagelaran Wayang Kulit di Lapangan Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Pangkalan Bun, Sabtu malam (16/11/2024). Acara ini menghadirkan dalang kondang, Ki Dr. Ir. H. Warseno Slenk, M.Si., dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Pagelaran ini juga menjadi ajang kampanye kreatif yang mempertemukan seni tradisional dengan visi-misi politik. 

Ketua Tim Sukses Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng nomor urut 02, H. Nadalsyah (Koyem) – H. Supian Hadi (SHD), Sigit Karyawan Yunianto, secara resmi membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalteng ini menyampaikan, pentingnya seni tradisional seperti wayang kulit sebagai jembatan untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal di tengah arus globalisasi. 

“Budaya adalah warisan yang harus kita jaga. Pagelaran ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus media untuk menyampaikan pesan-pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat hari ini,” ujar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit yang juga Anggota DPR RI mengenalkan program kerja, visi, dan misi pasangan Koyem-SHD. Ia menegaskan, bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan ini memiliki komitmen besar untuk membangun Kalimantan Tengah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. 

“Koyem dan SHD memiliki program yang berpihak kepada rakyat, terutama dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kami optimis bahwa pasangan ini dapat membawa Kalteng ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Sigit juga memperkenalkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat yang diusung PDI Perjuangan, Hj. Nurhidayah dan Suyanto. Ia menyampaikan keyakinannya, bahwa pasangan ini mampu melanjutkan pembangunan yang pro-rakyat di Kotawaringin Barat.

Pagelaran Wayang Kulit yang berlangsung hingga larut malam itu memadukan cerita-cerita tradisional dengan pesan-pesan sosial dan politik yang disampaikan secara kreatif oleh Ki Warseno Slenk. Kehadiran tokoh-tokoh PDI Perjuangan dan masyarakat yang memadati lapangan memberikan energi positif terhadap kampanye budaya ini.

Dengan pendekatan yang mengedepankan pelestarian budaya sekaligus sosialisasi politik, PDI Perjuangan Kalteng berharap dapat menjangkau hati masyarakat melalui cara-cara yang mendalam dan bermakna. “Acara ini membuktikan bahwa politik tidak selalu harus kaku. Melalui budaya, kita dapat menyampaikan pesan yang baik sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” pungkas Sigit. (pra)

EDITOR : TOPAN

Related Articles

Back to top button