702 Orang Terjaring Razia Vaksinasi Covid-19

PEDULILINDUNGI: Pengunjung diwajibkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk objek wisata Pantai Ujung Pandaran.
PEDULILINDUNGI: Pengunjung diwajibkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk objek wisata Pantai Ujung Pandaran.

SAMPIT,kalteng.co – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) yang telah melakukan razia vaksinasi Covid-19 bagi pengunjung di tempat wisata di Pantai Ujung Pandaran. “Dari laporan yang saya terima, sekitar 700 lebih wisatawan terjaring tidak dapat menunjukkan bukti pernah divaksin dan langsung disuntik oleh petugas kesehatan,” kata Halikinnor, Selasa (3/1).

Dikatakannya, pemeriksaan vaksinasi dilakukan di titik lokasi tempat pintu akses masuk ke kawasan pantai. Apa yang telah diakukan petugas cukup efektif dalam menjaring pengunjung yang belum mengikuti vaksinasi.

Buktinya, kata Halikinnor ditemukan ratusan pengunjung yang terjaring. Langkah itu dilakukan karena kita perlu mewaspadai adanya varian baru, sehingga edukasi prokes perlu ditingkatkan, dan harapannya tidak muncul di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Selain pengetatan prokes dan melakukan vaksinasi, Satgas Covid-19 juga telah mewajibkan pengunjung untuk melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk objek wisata. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di objek wisata, sehingga dapat dipastikan seluruh pengunjung sudah divaksin. Bupati menambahkan, dibuka sektor wisata di Kotim mengingat sektor itu cukup dapat diandalkan mendukung pemulihan ekonomi.

Karena pariwisata merupakan sektor pengungkit dan mendorong geliat sektor perdagangan dan sektor pengolahan makanan, kerajinan, dan lain-lain. Dia mengambil contoh objek wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, yang setiap tahun di momentum yang sama sering terjadi pelonjakan pengunjung.

Hal ini tentu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, khususnya pelaku usaha, baik itu usaha warung, jajanan khas, suvenir, dan lainnya, sehingga pergerakan ekonomi masyarakat di sana tetap bergairah. (sli/ans )