Ini Syaratnya Jika Ingin Berlibur ke Pantai Ujung Pandaran

OBYEK WISATA: Sejumlah wisatawan saat berlibur ke obyek wisata ujung pandaran pada saat libur natal kemarin.
OBYEK WISATA: Sejumlah wisatawan saat berlibur ke obyek wisata ujung pandaran pada saat libur natal kemarin.

SAMPIT,Kalteng.co – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memutuskan tetap membuka objek wisata selama musim libur Natal dan tahun baru (Nataru). Namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan tetap dijalankan secara ketat sesuai aturan. Bagi masyarakat yang ingin berwisata ke Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit diingatkan untuk mengaktifkan aplikasi pelacakan kontak yaitu PeduliLindungi,

karena akan ada pemeriksaan oleh petugas di obyek wisata tersebut. “Masyarakat yang berlibur di sejumlah obyek wista ujung pandaran harus melakukan Scan barcode aplikasi PeduliLindungi kita posisikan di dua lokasi yakni di kantor Kecamatan Teluk Sampit dan simpang Jalan Teluk Sampit atau di kantor Desa Ujung Pandaran,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotim Multazam, Kamis (30/12).

Dirinya juga menjelaskan, penerapan scan barcode aplikasi PeduliLindungi ini akan dilakukan mulai 30 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022 nanti, karena diperkirakan pada hari libur tersebut akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ujung Pandaran karena wisata tersebut merupakan objek wisata unggulan daerah ini.

Baca Juga:  Pemberian Izin Minimarket Harus Pahami Efek Negatif

“Objek wisata Pantai Ujung Pandaran diakui merupakan objek wisata favorit yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Saat hari libur seperti tahun baru, wisatawan yang datang biasanya tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga dari dari lain seperti Kabupaten tetangga, seperti Seruyan, Kotawaringin Barat, Katingan, Palangka Raya, bahkan dari provinsi tetangga Kalimantan Selatan,” ujar Multazam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotim ini juga mengatakan penegakan aturan, termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi merupakan upaya pemerintah daerah untuk mencegah penularan Covid-19. makanya kewaspadaan harus semakin ditingkatkan karena saat ini varian baru virus Omicron sudah muncul di Indonesia.

“Dengan adanya aplikasi tersebut akan memudahkan kita memantau pergerakan orang dan melakukan pelacakan, dan kami jiga meminta masyarakat atau wisatawan memahami bahwa ini untuk kebaikan kita semua,” tutupnya. (bah/ans)