Pascabanjir, Waspada Penyakit Kudis

WAWANCARA: Plt Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi saat memberikan stegmen kepada awak media, belum lama ini./SLI
WAWANCARA: Plt Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi saat memberikan stegmen kepada awak media, belum lama ini./SLI

SAMPIT,kalteng.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, terlebih warga yang pasca terdampak banjir agar lebih ekstra dalam memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan.

“Banjir yang melanda beberapa bulan terakhir dikhawatirkan berefek negatif pada kulit. Salah satunya, penyakit scabies (kudis red),” kata Plt Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Kamis (14/10).

Dikatakannya, scabies ini merupakan salah satu jenis penyakit gatal. Biasanya akibat lingkungan yang tidak bersih, sanitasi yang kotor dan lain-lain. Untuk itu, dia meminta warga untuk selalu menjaga kebersihan.

Dia menambahkan, scabies biasa disebut dengan kudis, disebabkan kutu yang bernama Sarcoptes scabiei. Ukurannya yang sangat kecil membuat keberadaan kutu ini sering tidak disadari oleh manusia, sehingga ia dapat bertahan berbulan-bulan bahkan berkembang biak di permukaan kulit. Kemudian, kulit pun akan bereaksi terhadap kutu dan kotorannya, sehingga menimbulkan penyakit kulit scabies.

“Gejala penyakit ini ditandai dengan ruam dan rasa gatal yang hebat, terlebih pada malam hari,” jelas Umar Kaderi. Penderita penyakit ini, kata Umar sering kali mengidap luka pada area terinfeksi, akibat digaruk terlalu keras dan sering. Penyakit ini dapat menular dari cairan yang ada pada luka tersebut. Terlebih jika melakukan kontak fisik dengan penderitanya.

Baca Juga:  Program Alat Berat Bisa Berdampak Positif Sektor Pertanian

Umar memberikan, beberapa tips untuk menghindari penyakit tersebut, dimulai dari membersihkan lingkungan, baik di dalam maupun luar rumah. Rutin menjemur kasur agar terkena cahaya matahari. Lalu pakaian, handuk, selimut, seprai, dan lain-lain disimpan dan digunakan dalam keadaan bersih. Memperhatikan kebersihan air dan sanitasi. Dan sebisa mungkin menghindari orang yang terindikasi mengidap penyakit scabies agar tidak tertular.

Baca Juga:  Turunkan Level PPKM, Dinkes Kotim Kebut Vaksinasi

“Kalau ada warga yang menderita penyakit itu segera hubungi petugas kesehatan di wilayah masing-masing. Hal itu dilakukan agar segera tertangani,” terangnya. (sli/ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *