BeritaKESEHATANMETROPOLIS

Waspada! 10 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dipanaskan Kembali, Bahaya Mengintai!

KALTENG.CO-Memanaskan makanan sisa adalah kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang. Alasannya beragam, mulai dari kepraktisan, penghematan, hingga menghindari pemborosan. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua jenis makanan aman untuk dipanaskan kembali?

Beberapa makanan justru bisa berubah menjadi “racun” yang membahayakan kesehatan Anda jika dipanaskan berulang kali.

Dilansir dari kanal YouTube Kunci Sehat, kandungan gizi dalam makanan tertentu dapat terurai dan bahkan menghasilkan zat berbahaya ketika terpapar panas berulang. Meskipun rasanya mungkin tidak berubah drastis, proses pemanasan ulang ini bisa memicu reaksi kimia yang merugikan tubuh Anda.

Daripada mengambil risiko, yuk kenali 10 jenis makanan yang sebaiknya tidak Anda panaskan kembali:

1. Nasi

Nasi adalah makanan pokok yang paling sering dipanaskan ulang. Namun, tahukah Anda bahwa memanaskan nasi yang sudah dingin bisa berisiko? Nasi yang telah dimasak dan dibiarkan mendingin pada suhu ruangan dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri Bacillus cereus.

Bakteri ini menghasilkan spora beracun yang tidak mati meski dipanaskan kembali. Konsumsi nasi dengan bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan seperti mual, muntah, dan diare. Sebaiknya, segera dinginkan nasi setelah dimasak dan simpan di kulkas jika ingin dikonsumsi nanti.

2. Kentang

Sama seperti nasi, kentang juga berisiko menjadi sarang bakteri Clostridium botulinum jika dibiarkan mendingin terlalu lama di suhu ruangan. Bakteri ini menghasilkan racun yang sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan botulisme, kondisi serius yang menyerang sistem saraf. Pemanasan ulang tidak cukup untuk membunuh semua racun ini. Jadi, jika ada sisa olahan kentang seperti kentang panggang atau kentang rebus, segera habiskan atau buang.

3. Ayam

Daging ayam memiliki struktur protein yang kompleks. Saat dipanaskan kembali, terutama dengan suhu tinggi, protein dalam ayam bisa berubah dan sulit dicerna tubuh. Ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sakit perut dan kembung.

Untuk menghindari risiko ini, jika harus memanaskan ayam, pastikan Anda memanaskannya secara merata dan dengan suhu rendah, atau lebih baik lagi, konsumsi dalam keadaan dingin sebagai salad.

4. Bayam

Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam mengandung nitrat alami. Meskipun nitrat ini tidak berbahaya, proses pemanasan ulang dapat mengubah nitrat menjadi nitrit, lalu menjadi nitrosamin. Nitrosamin adalah senyawa yang berpotensi karsinogenik (penyebab kanker). Oleh karena itu, sebaiknya olah bayam dalam porsi sekali makan dan hindari memanaskan ulang sisa bayis.

5. Seledri

Mirip dengan bayam, seledri juga kaya akan nitrat. Ketika seledri dipanaskan kembali, terutama dalam sup atau masakan berkuah, nitrat dapat berubah menjadi nitrit, yang berisiko bagi kesehatan. Jika Anda memasak sup dengan seledri, lebih baik pisahkan seledri setelah sup matang dan tambahkan kembali saat akan disajikan atau buang bagian seledri tersebut sebelum dipanaskan ulang.

6. Telur (Terutama Rebus atau Orak-arik)

Telur kaya akan protein, namun protein ini dapat rusak dan menjadi racun jika dipanaskan berulang kali pada suhu tinggi. Khususnya telur rebus atau telur orak-arik yang sudah matang. Konsumsi telur yang dipanaskan kembali dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Lebih baik konsumsi telur segera setelah dimasak atau dalam keadaan dingin jika memang harus.

7. Jamur

Jamur adalah sumber protein yang baik, tetapi strukturnya sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Memanaskan ulang jamur dapat mengubah komposisi proteinnya, membuatnya sulit dicerna dan bahkan berpotensi menyebabkan masalah perut. Sebaiknya, masak jamur sesuai porsi yang akan langsung habis dikonsumsi.

8. Minyak Zaitun

Minyak zaitun, terutama extra virgin olive oil, memiliki titik asap yang rendah. Ini berarti minyak ini tidak stabil pada suhu tinggi. Memanaskan minyak zaitun berulang kali dapat merusak kandungan antioksidannya dan bahkan menghasilkan senyawa berbahaya yang dapat memicu radikal bebas dalam tubuh.

9. Makanan Laut (Seafood)

Makanan laut seperti ikan, udang, atau kerang sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri jika tidak disimpan dengan benar atau dipanaskan ulang secara tidak tepat. Protein dalam makanan laut dapat terurai dan menghasilkan racun yang menyebabkan keracunan makanan serius. Selalu pastikan makanan laut segar dan konsumsi segera setelah dimasak.

10. Bit

Seperti bayam dan seledri, bit juga mengandung nitrat tinggi. Pemanasan ulang bit dapat mengubah nitrat menjadi nitrit, yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan. Jika Anda memiliki sisa olahan bit, sebaiknya jangan memanaskannya kembali.

Menghindari memanaskan ulang makanan-makanan di atas adalah langkah kecil yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan. Prioritaskan untuk selalu mengonsumsi makanan segar dan baru dimasak.

Jika memang harus menyimpan makanan sisa, pastikan Anda menyimpannya dengan benar di lemari es dan segera mengonsumsinya dalam waktu singkat. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button