BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Oknum TNI Diamankan, Presiden Prabowo Minta Usut Tuntas hingga Dalangnya

KALTENG.CO-Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Dalam sesi tanya jawab di kediamannya, Selasa (17/3/2026), Presiden mengategorikan aksi keji tersebut sebagai bentuk terorisme yang harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya.

Prabowo menekankan bahwa tindakan terhadap aktivis yang menyuarakan kritik adalah perbuatan biadab yang merusak tatanan demokrasi dan keberadaban bangsa.

Fokus Penegakan Hukum: Kejar Aktor Intelektual

Presiden meminta aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Ia mendesak pengungkapan menyeluruh terhadap siapa pun yang berada di balik layar.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang lugas.

Menurutnya, kredibilitas hukum Indonesia dipertaruhkan jika negara gagal menyeret pihak yang memerintahkan dan mendanai aksi kekerasan tersebut ke pengadilan.

Jaminan Keamanan bagi Aktivis

Lebih lanjut, Presiden memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi kekerasan terhadap warga negara, terutama mereka yang kritis terhadap kebijakan. Ia memberikan jaminan bahwa proses hukum akan berjalan tanpa pandang bulu, termasuk jika ditemukan keterlibatan oknum aparat.

“Tidak akan ada impunitas. Saya menjamin,” ujar Prabowo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang beradab dan taat hukum.

Perkembangan Kasus: Empat Oknum TNI Diamankan

Menyusul kejadian tersebut, langkah cepat telah diambil oleh Polri yang bekerja sama dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Hingga saat ini, empat oknum prajurit TNI telah diamankan karena diduga kuat terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengungkapkan identitas terduga pelaku yang terdiri dari:

  • 3 orang Perwira

  • 1 orang Bintara

Penahanan ini menjadi sinyal awal bahwa instruksi Presiden untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat mulai dijalankan oleh instansi terkait.

Pesan untuk Rakyat: Kewaspadaan dan Keadilan

Menutup pernyataannya, Prabowo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada namun percaya pada proses hukum yang sedang berjalan. Ia menegaskan kembali mandatnya sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat untuk melindungi rakyat.

“Saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat. Tapi kita harus waspada. Saya minta kasus ini diusut benar sampai ke aktornya,” pungkasnya. (*/tur)

https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button