BeritaUtama

Gempar! Tiga Pemancing Terseret Arus Ujung Pandaran, Satu Korban Hilang

SAMPIT, kalteng.co- Salah seorang warga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bernama Jauyah (47) hilang terseret arus saat memancing di pantai. Peristiwa tersebut terjadi Rabu (30/12) sekitar pukul 17.00 WIB saat korban bersama anak dan seorang warga lainnya berangkat untuk memancing mencari ikan ke arah lokasi dekat sebuah makam yang ada ditempat obyek wisata, Mereka berjalan kaki menyeberangi jalan atau pantai yang putus dan digenangi air laut akibat abrasi.

“Kami setelah mendapat laporan dan mengumpulkan tim, dan langsung berangkat menuju lokasi untuk melakukan pencarian, semoga korban segera dapat ditemukan,” ujar Kepala Badan SAR Nasional Pos Sampit, Suprapto, Kamis (31/12).

Menurut informasi dari warga mereka berjalan kaki menyeberangi jalan atau pantai yang putus dan digenangi air laut akibat abrasi, korban menyeberang tanpa ada berbekal alat penyelamat seperti pelampung. Dan korban hanya membawa sebuah bakul atau lanjung yang biasanya digunakan untuk menampung ikan hasil pancingan.

“Kami menduga saat itu arus air ke arah laut cukup deras karena bersamaan kondisi laut juga akan surut, sehingga membuat ketiga pemancing ini terseret arus hingga terbawa ke tengah laut, Anak korban dan satu warga lainnya ditemukan terdampar di pantai, sedangkan korban yaitu Jauyah hingga saat ini belum ditemukan,” ucapan Suprapto.

TIM UNTUK KALTENGPOS PENCARIAN: Tim saat melakukan persiapan untuk melakukan pencarian warga yang hilang di pantai Ujung Pandaran Kamis (31/12).

Dari keterangan warga yang menemukan kedua korban yang selamat yang terdampar di pantai, sementara korban Jauyah diduga hilang terseret arus karena tidak mampu melawan kuatnya arus laut di sekitar pantai ujung pandaran tersebut.

“Dari kesaksian dua korban yang selamat, termasuk anak korban yang hilang, mereka sempat memegang korban agar tidak hanyut, karena derasnya arus, korban panik sehingga pegangan korban lepas hingga terbawa arus,” kata Suprapto.

Dirinya mengatakan saat ini tim gabungan sedang melakukan pencarian yang terdiri dari Pos SAR Sampit, Pos AL Samuda, PMI, instansi lainnya, keluarga korban dan masyarakat setempat, sejumlah armada juga pihaknya kerahkan untuk memaksimalkan dalam melakukan pencarian.

“Kami berharap korban segera ditemukan, kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada lagi saat melakukan aktivitas di laut, terlebih lagi kalau arus deras dan gelombang besar,” tutupnya. (bah/ala)

Related Articles

Back to top button