Beda Lelah Biasa dengan Burnout! Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

KALTENG.CO-Apakah akhir-akhir ini Anda merasa gairah kerja menurun, gampang lelah, dan sulit fokus? Mungkin itu bukan sekadar lelah biasa, melainkan pertanda burnout.
Istilah burnout semakin sering kita dengar, terutama di tengah tuntutan dunia kerja yang kian tinggi. Namun, apa sebenarnya burnout itu?
Burnout adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelelahan ekstrem—secara emosional, mental, dan fisik—akibat stres berkepanjangan. Ini berbeda dengan stres biasa yang biasanya bersifat sementara. Burnout berkembang perlahan dan bisa menggerogoti energi serta semangat Anda tanpa disadari. Ironisnya, banyak orang yang menganggap perasaan ini sebagai bagian dari “normalitas” pekerjaan, padahal ini adalah alarm yang harus Anda dengar.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah Anda sedang mengalaminya? Mari kita kenali beberapa tanda dan indikasi burnout yang dilansir dari Mental Health America (MHA).
1. Kelelahan Emosional dan Fisik Berkelanjutan
Tanda paling umum dari burnout adalah perasaan lelah yang tidak hilang meski Anda sudah beristirahat cukup. Rasanya seperti baterai Anda selalu dalam kondisi 10%. Anda mungkin merasa sulit untuk bangun di pagi hari, kehilangan energi untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya Anda nikmati, dan sering menguap sepanjang hari.
Kelelahan ini bukan hanya fisik, tetapi juga emosional. Anda mungkin merasa hampa, sulit merasakan emosi positif, dan gampang marah atau frustrasi.
2. Hilangnya Motivasi dan Semangat
Pekerjaan yang dulunya Anda cintai kini terasa seperti beban berat. Anda mungkin menemukan diri Anda menunda-nunda pekerjaan, sulit berkonsentrasi, dan tidak lagi peduli dengan hasil akhir. Ini adalah tanda hilangnya motivasi yang sering terjadi saat seseorang mengalami burnout. Semangat untuk mencapai target atau ide-ide baru seolah menguap begitu saja.
3. Merasa Sinis dan Terlepas dari Lingkungan
Burnout bisa membuat Anda menarik diri dari lingkungan sosial. Anda mungkin merasa sinis terhadap rekan kerja atau atasan, bahkan menganggap pekerjaan Anda tidak berarti. Perasaan terlepas dari lingkungan ini bisa memicu isolasi sosial. Anda mulai menghindari interaksi dengan orang lain, baik di kantor maupun di kehidupan pribadi, karena Anda merasa tidak memiliki energi untuk bersosialisasi.
4. Penurunan Kinerja dan Produktivitas
Ketika Anda lelah secara emosional dan mental, produktivitas Anda pasti menurun. Anda mungkin sering membuat kesalahan, sulit mengambil keputusan, atau bahkan lupa dengan tugas-tugas penting. Kualitas pekerjaan Anda menurun drastis, yang pada akhirnya bisa memicu lebih banyak stres dan rasa bersalah.
5. Gejala Fisik yang Menyertai
Jangan sepelekan gejala fisik seperti sakit kepala, sakit punggung, masalah pencernaan, atau perubahan pola tidur. Stres berkepanjangan akibat burnout bisa memicu respons fisik dari tubuh. Sistem kekebalan tubuh Anda juga bisa melemah, membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit.
Jika Anda mengenali beberapa tanda di atas pada diri Anda, jangan abaikan. Mengakui bahwa Anda mengalami burnout adalah langkah pertama yang paling penting. Mulailah dengan mengambil jeda, berbicara dengan orang yang Anda percaya, atau bahkan mencari bantuan profesional.
Mengingat burnout bukanlah hal sepele, penting bagi kita semua untuk lebih peduli pada kesehatan mental dan fisik, terutama dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang serba cepat. (*/tur)




