
KALTENG.CO-Masa depan pembangunan IKN di era pemerintahan Prabowo Subianto semakin tidak jelas. Kabar mengejutkan datang dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo terkait kelanjutan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dody mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada progres signifikan dari pembangunan IKN. Hal ini disebabkan oleh anggaran pembangunan IKN yang masih diblokir oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Alasan Pemblokiran Anggaran
Menurut Dody, pemblokiran anggaran ini terkait dengan efisiensi anggaran yang saat ini tengah dilakukan pemerintah. Akibatnya, anggaran Kementerian PU, yang juga dialokasikan untuk pembangunan IKN, ikut terdampak.
Dampak Pemangkasan Anggaran
Pemangkasan anggaran ini berdampak signifikan pada kemampuan Kementerian PU untuk melaksanakan berbagai proyek infrastruktur, termasuk IKN. Dody bahkan berkelakar bahwa anggaran yang tersisa hanya cukup untuk “makan siang Menteri”.
Laporan ke Menteri Keuangan
Dody berencana untuk melaporkan situasi ini kepada Sri Mulyani. Ia berharap, dengan laporan tersebut, blokir anggaran Kementerian PU dapat dibuka kembali. Setelah blokir dibuka, Kementerian PU akan melakukan rekomposisi anggaran untuk menentukan proyek-proyek mana yang dapat diprioritaskan.
“Realisasi anggaran IKN kayaknya belum ada. Kan anggaran kita diblokir semua, Kok tanya progres kemana, anggarannya nggak ada. Progresnya, buat beli makan siangnya Pak Menteri, itu progresnya,” kata Dody di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Ketidakpastian Proyek IKN
Dengan adanya pemblokiran anggaran ini, masa depan proyek IKN menjadi tidak pasti. Belum diketahui kapan pembangunan IKN dapat dilanjutkan kembali. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran terkait komitmen pemerintah terhadap proyek ambisius ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pernyataan Menteri PU. Masyarakat pun menantikan kejelasan mengenai kelanjutan proyek IKN di tengah pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintah. (*/tur)



