ALL SPORT

Picu Keributan Pertandingan, Dua Pemain Disanksi di Agustiar Cup

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Komite disiplin pelaksanaan Turnamen Agustiar Cup 2022 bergerak cepat. Setelah beberapa waktu lalu terjadi aksi kericuhan hingga perkelahian antar kedua tim yang mengikuti even tersebut. Alhasil panitia melalui komisi disiplin langsung memberikan sanksi terhadap kedua pemain yang diduga sebagai pemicu aksi tersebut. Keduanya sudah mendapatkan sanksi dan nantinya wajib menjalani.

Ketua Komisi Disiplin Muhammad Samsudinnur menegaskan, akibat aksi yang dilakukan kedua pemain harus diberikan sanksi. Diantaranya sanksi tidak boleh bermain selama dua kali pertandingan terhadap pemain RSSI bernama Koko Dwiangga.

Sedangkan pemain Ps Samudera Bakriansyah selama satu pertandingan tidak boleh bermain. Tentunya sanksi ini diberikan seusai dengan ketentuan yang berlaku. Tentunya masyarakat menanyakan kenapa tidak kedua tim yang diberikan sanksi. Hal ini lantaran aksi yang dilakukan diluar pertandingan. Sehingga hanya pemicu yang terlibat harus ditindak tegas.

“Sanksi ini sudah berlaku pada saat nantinya 16 besar digelar. Kami yakin kedua tim akan merasa rugi karena pemain andalannya harus disanksi akibat perbuatannya,” katanya.

Pihaknya menambahkan, kejadian ini sendiri hendaknya bisa dihindari. Apabila kedua belah pihak bisa menjaga. Dan sebenarnya pada saat kejadian kericuhan ini sendiri adalah usai pertandingan.

Walaupun pada saat bertanding memang situasi dan kondisi panas. Tetapi setelah pertandingan semuanya bersalam-salaman dan kembali seperti biasa. Pihak panitia dan Komite disiplin sendiri menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut.

“Kami juga sudah mengumpulkan seluruh tim yang nantinya melakoni 16 besar. Dengan harapan kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi,”katanya.

Panitia sendiri juga sudah menyiapkan berbagai prosedur nantinya terkait dengan pelaksanaan. Salah satunya pengamanan akan lebih diperketat dan para petugas keamanan akan semakin bertambah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Bahkan kepolisian juga sudah memberikan warning terhadap seluruh para peserta turnamen. Apabila nantinya terjadi pemukulan dan siapa saja yang membuat kericuhan akan disebut keranah pidana.

“Polisi juga sudah menyampaikan bahwa pengamanan akan lebih diperketat nantinya. Kami yakin dengan dukungan dan suport masyarakat Kobar agar tetap menjaga situasi dan kondisi aman terkendali,”ujarnya.(son)

Related Articles

Back to top button