5 Cara Praktis Ajarkan Anak Kelola Uang Saku di Tahun Ajaran Baru

KALTENG.CO-Tahun ajaran baru seringkali identik dengan seragam baru, buku-buku baru, dan semangat yang membara. Namun, lebih dari sekadar perlengkapan sekolah, momen ini juga merupakan waktu yang tepat bagi orang tua untuk membekali anak dengan pengetahuan keuangan dasar.
Mengajarkan anak mengatur uang sejak dini adalah investasi jangka panjang yang krusial untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat dan menumbuhkan tanggung jawab dalam mengelola pengeluaran pribadi mereka.
Membekali anak dengan pemahaman finansial sejak usia dini bukan hanya tentang menabung, tetapi juga tentang membuat pilihan cerdas, memahami nilai uang, dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih mandiri secara finansial. Lalu, bagaimana langkah praktisnya?
5 Langkah Praktis Mengajarkan Anak Mengelola Uang Saku
Dirangkum dari laman Indomobil Finance, berikut adalah 5 langkah praktis yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua untuk membantu anak belajar mengelola uang sakunya:
1. Mulai dengan Konsep Uang Saku Reguler
Berikan anak uang saku secara rutin, baik harian, mingguan, atau bulanan, tergantung usia dan kebutuhan mereka. Konsistensi ini penting agar anak bisa memprediksi pemasukan mereka dan mulai merencanakan pengeluaran. Jelaskan bahwa uang saku ini adalah “penghasilan” mereka yang harus dikelola dengan bijak. Ini mengajarkan mereka tentang konsep anggaran dan batasan.
2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Ini adalah pelajaran fundamental dalam literasi keuangan. Bantu anak mengidentifikasi mana yang termasuk kebutuhan (misalnya, ongkos transportasi, makanan utama di sekolah) dan mana yang keinginan (misalnya, mainan baru, jajanan yang tidak perlu). Diskusi ini akan membantu mereka memprioritaskan pengeluaran dan menahan diri dari pembelian impulsif.
3. Perkenalkan Konsep Menabung dan Tujuan Keuangan
Sediakan celengan atau rekening tabungan sederhana untuk anak. Dorong mereka untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk tabungan. Yang lebih penting lagi, bantu mereka menetapkan tujuan keuangan. Misalnya, jika mereka ingin membeli mainan tertentu, bantu mereka menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung. Ini mengajarkan kesabaran dan pentingnya menunda kepuasan.
4. Libatkan dalam Pengambilan Keputusan Keuangan Keluarga (Sesuai Porsi)
Ajak anak terlibat dalam diskusi keuangan keluarga sederhana. Misalnya, saat berbelanja bulanan, biarkan mereka membantu membandingkan harga atau memilih produk yang lebih hemat. Jika ada pengeluaran besar seperti liburan, diskusikan bagaimana keluarga menghemat untuk itu. Keterlibatan ini membantu mereka memahami bahwa uang memiliki batasan dan keputusan keuangan seringkali melibatkan pertimbangan.
5. Beri Kesempatan Membuat Kesalahan (dan Belajar Darinya)
Jangan takut jika anak membuat kesalahan dalam mengelola uang. Misalnya, menghabiskan uang sakunya terlalu cepat. Ini adalah bagian dari proses belajar. Daripada langsung menghakimi atau memberi uang tambahan, diskusikan apa yang terjadi, mengapa itu terjadi, dan apa yang bisa mereka lakukan berbeda di masa depan. Kesalahan adalah guru terbaik dalam belajar tanggung jawab finansial.
Membekali anak dengan pemahaman dan keterampilan mengelola uang adalah salah satu hadiah terbaik yang bisa Anda berikan sebagai orang tua. Ini akan memberdayakan mereka untuk menjadi individu yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan finansial di masa depan. Selamat mempersiapkan tahun ajaran baru yang lebih berarti! (*/tur)



