Kisah Alumni The Winner: Naya Lolos Jadi Polwan dan Silva Berkarier di Pemasyarakatan Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Menjadi aparatur negara bukanlah perjalanan yang mudah. Proses seleksi yang ketat menuntut kesiapan fisik, mental yang kuat, serta konsistensi dalam berlatih. Hal tersebut dirasakan langsung oleh dua alumni bimbingan fisik The Winner, yakni Naya dan Silva, yang kini berhasil berkarier di instansi pemerintahan di Kalimantan Tengah.
Naya kini bertugas sebagai Polisi Wanita (Polwan) di Direktorat Samapta Polda Kalimantan Tengah. Ia mengaku mengikuti program latihan fisik di The Winner sebagai persiapan menghadapi seleksi penerimaan Polwan.
Menurutnya, program latihan yang dibimbing oleh pelatih seperti Bang Fuad dan Bang Afani sangat membantu meningkatkan kemampuan fisik sekaligus membentuk mental yang lebih tangguh.
“Awalnya saya mengikuti bimbingan fisik untuk mempersiapkan diri menghadapi tes Polwan. Di The Winner saya mendapatkan arahan langsung dari para pelatih yang membimbing kami menjalani berbagai program latihan,” ujar Naya, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, program latihan yang dijalani cukup disiplin dengan berbagai jenis latihan fisik. Para peserta rutin menjalani latihan seperti lari, push-up, sit-up, spinning, hingga renang untuk meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh.
“Latihannya sangat lengkap dan dilakukan secara rutin sesuai jadwal. Kami berlatih lari, push-up, sit-up, spinning sampai renang,” jelasnya.
Meski sempat mengalami kegagalan pada percobaan pertama mengikuti seleksi, Naya tidak menyerah. Ia terus berlatih dan memperbaiki kemampuannya hingga akhirnya berhasil lolos dan kini resmi menjadi anggota Polwan di Polda Kalimantan Tengah.
“Saya pernah gagal di awal, tetapi tetap berlatih sampai akhirnya berhasil. Saya bangga menjadi alumni The Winner karena pembimbingannya sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan fisik,” ungkapnya.
Sementara itu, alumni lainnya, Silva, juga merasakan manfaat besar dari program latihan di The Winner. Saat ini ia bertugas di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Silva mulai mengikuti latihan pada tahun 2020 setelah gagal pada percobaan pertama saat mendaftar seleksi Polwan.
“Saya sempat mendaftar Polwan, tetapi di tahun pertama gagal. Kemudian saya mencoba lagi di tahun berikutnya sambil mengikuti latihan di The Winner. Saya sangat berterima kasih kepada Bang Fuad dan Bang Afani yang telah membimbing saya,” kata Silva.
Ia menilai bahwa selain kemampuan fisik, mental yang kuat menjadi faktor penting dalam menghadapi proses seleksi aparatur negara yang cukup ketat.
Silva juga memberikan pesan kepada generasi muda yang sedang berjuang meraih cita-cita agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah.
“Yang paling utama adalah mental. Jika mental kita kuat, fisik akan mengikuti. Untuk adik-adik yang sedang berjuang, tetap semangat dan jangan pernah menyerah. Setiap usaha pasti akan membuahkan hasil,” pesannya. (pra)




