Tak Berkategori

Gara-Gara Barang Non Migas, Ekspor Kalteng Naik 24,32 Persen

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Seluruh komoditas ekspor Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Desem­ber 2020 merupakan komoditas barang non migas. Selama De­sember 2020 nilai ekspor Kalteng mencapai US$189,18 juta atau mengalami kenaikan 24,32 pers­en dibanding November 2020 senilai US$152,17 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro MM, menjelaskan, peningka­tan tersebut disebabkan oleh meningkatnya ekspor kelompok barang non migas, berupa hasil pertanian 775,00 persen, hasil industri 28,75 persen, dan hasil tambang 21,29 persen.

“Nilai ekspor non migas periode Januari-Desember 2020 mencapai US$1.823,98 juta atau turun 15,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2019,” terangnya.

Ia melanjutkan, nilai ekspor selama Desember 2020 pal­ing rendah dibanding bulan yang sama tahun 2019 dan 2018. Dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Desember 2020 turun sebesar 12,33 persen dibanding Desem­ber 2019, dari US$215,79 juta menjadi US$189,18 juta.

“Penurunan tersebut disebab­kan oleh menurunnya ekspor non migas, terutama ekspor hasil tambang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama De­sember 2020, komoditas utama ekspor Kalteng adalah batu bara dan lignit (pada kelompok bahan bakar mineral), minyak kelapa sawit (pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati), bijih seng, bijih timbal, dan bijih zirconium (pada kelompok bijih, kerak, dan abu logam), serta karet alam (pada kelompok karet dan barang dari karet).

“Dibanding bulan sebelumnya, nilai ekspor bahan bakar mineral pada Desember 2020 naik 32,35 persen, dari US$78,62 juta menja­di US$104,05 juta,” ucapnya.

Menurut dia, ekspor lemak dan minyak hewani/nabati men­galami kenaikan 17,05 pers­en, dari US$37,60 juta menjadi US$44,01 juta. Ekspor bijih, ker­ak, dan abu logam mengalami penurunan sebesar 26,22 pers­en, dari US$15,22 juta menjadi US$11,23 juta. Ekspor karet dan barang dari karet juga turun se­besar 10,99 persen, dari US$10,83 juta menjadi US$9,64 juta.

Apabila dibanding kondisi Desember 2019, hampir semua golongan barang pada Desember 2020 mengalami penurunan, kecuali komoditas ampas/sisa industri makanan dan garam, belerang, kapur.

“Komoditas bahan bakar mineral mengalami penurunan nilai ekspor paling besar senilai US$16,21 juta. Diikuti oleh ko­moditas bijih, kerak, dan abu log­am yang mengalami penurunan senilai US$12,30 juta,” ulasnya.

Secara kumulatif, Januari-De­sember 2020, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komodi­tas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$997,05 juta dan berkontribusi 54,66 persen dari total ekspor.

Sementara lemak dan minyak hewani/nabati, bijih, kerak, dan abu logam, serta karet dan ba­rang dari karet juga merupakan komoditas unggulan ekspor Kalteng berkontribusi 32,06 persen. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor sebagian besar golongan barang mengalami penurunan, kecuali golongan kayu dan ba­rang dari kayu, ampas/sisa in­dustri makanan, serta berbagai produk kimia.

“Penurunan terbesar terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral yang berkurang senilai US$258,15 juta. Sedang­kan kayu dan barang dari kayu bertambah senilai US$13,70 juta,” tandasnya. (aza)

Related Articles

Back to top button