Laka Air Maut di Barito Utara, Begini Penjelasan Kepolisian

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kecelakaan yang melibatkan antara taksi air MG. Black Cobra dengan kapal tongkang TB Mirsyad hingga kini proses penyelidikannya masih terus dilakukan oleh jajaran Ditpolairud Polda Kalteng.
Diketahui jika kecelakaan tragis di perairan itu terjadi di DAS Barito atau tepatnya di Teluk Sentuyun, Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Selasa (8/7/2025) lalu.
Kabidbumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji mengungkapkan, penanganan kasus itu kini telah ditangani oleh Ditpolairud dan prosesnya hingga saat terus berjalan.
“Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti dan menetapkan tanggung jawab hukum pihak terkait,” katanya saat ditemui awak media, Rabu (16/7/2025).
Sejauh ini, tim penyidik dari Ditpolairud telah menetapkan satu tersangka berinisial W yang merupakan montoris dari kapal taksi tersebut, pada Senin (14/7/2025) malam lalu.
“Disini tersangka kami jerat dengan sangkaan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia,” ucapnya.
Disisi lain, fakta menunjukkan, jumlah alat keselamatan di kapal tidak memadai. Hanya ada dua life jacket dan satu ring buoy, sementara penumpang sebanyak 38 orang. Dimana dari jumlah penumpang itu, 10 diantaranya tidak terdaftar dalam manifes.
Lebih lanjut, diketahui bahwa izin trayek kelotok MG. Black Cobra telah tidak berlaku sejak tahun 2021 dan belum diperpanjang. Sementara itu, status hukum terhadap MM yang merupakan nakhoda dari TB. MIRSYAD masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.
“Sejauh ini, penyidik telah memeriksa enam saksi kunci, termasuk penumpang dan saksi di tempat kejadian. Pemeriksaan tambahan juga dilakukan Dinas Perhubungan Barito Utara serta pihak kapal terkait,” tegasnya.
Mengenai korban dari taksi yang saat itu dikabarkan hilang, tim gabungan yang terdiri dari Ditpolairud Polda Kalteng, Basarnas, Polres Barut, Pemkab Barut, dan masyarakat setempat, telah berhasil menemukan dua dari tiga korban yang dinyatakan hilang.
“Dua korban yang ditemukan itu ada SR, warga Teluk Tiram, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan AJ warga Bandar Lampung, Provinsi Lampung,” bebernya.
Sedangkan satu korban lainnya, atas nama RW yang merupakan warga Bandar Lampung hingga kini masih dalam pencarian aktif oleh tim SAR gabungan.
“Kami berkomitmen akan menuntaskan penyelidikan kasus ini dan saat ini prosesnya masih terus berjalan,” tegasnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN



