RSI Muhammadiyah Terima Bantuan APD dan Alkes

PALANGKA RAYA,kalteng.co – Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya menjadi satu dari 30 RS Muhammadiyah di 7 provinsi yang menerima bantuan alat pelindung diri dan alat kesehatan dari Program “Mentari Covid-19”. Bantuan yang diterima meliputi baju hazmat coverall, kacamata, masker bedah, masker N95, VTM, cooler box.
Program ini merupakan kolaborasi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan didukung oleh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). Seremoni serah terima bantuan dilaksanakan Kamis (22/10/2020) secara livestreaming dari RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Bantuan fisik senilai Rp 7 miliar disalurkan ke 30 Rumah Sakit Muhammadiyah.
Hadir dalam kegiatan seremoni ini adalah Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (YANKES) Kemenskes RI, dr Rita Rogayah SpP(K) MARS, Mission Director USAID Ryan Washburn, Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrohman SpS Mkes, dan Ketua MPKU PP Muhammadiyah Drs M Agus Samsudin MM, yang hadir secara live virtual dari Jakarta dan Yogyakarta.
Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn, dalam statemennya mengatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, mendukung 30 pusat perawatan COVID-19 di jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah untuk memberikan perawatan yang lebih baik.
Ketua MPKU PP Muhammadiyah, Drs M Agus Samsudin, MM, sebagai penanggung jawab program Mentari Covid-19, sekaligus Ketua MCCC Muhammadiyah, menyampaikan bahwa pihaknya sangat bergembira dan bersyukur karena selama 3 bulan pertama program Mentari Covid-19 telah berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan.
“Saat ini bantuan fisik berupa APD dan alat-alat Kesehatan pun telah mulai didistribusikan. Distribusi ini terbagi kedalam 2 tahap, tahap pertama adalah distribusi bantuan APD pada awal Oktober 2020 ini, dan tahap kedua untuk distribusi Alat-alat Kesehatan (ALKES) akan dilaksanakan pada akhir Bulan Oktober 2020,” ujar Agus Samsudin.
Sementara itu RSI Muhammadiyah mulai melayani perawatan pasien COVIC-19 mulai 8 Mei 2020. “Ada 10 ruang isolasi dan 1 bed ICU,” ujar Manajer Pelayanan RSI Muhammadiyah dr Agus Chandra.
Di awal memang hanya RSUD yang melakukan perawatan pasien COVID-19. Perjalanannya, RSUD tidak mampu menampung seluruh pasien, akhirnya RSI memutuskan untuk melayani dan menyediakan ruang perawatan. (sma/k)



