
Pelan namun pasti, seiring dengan waktu, saat ini program TMMD telah mampu bertransformasi menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah guna mempercepat pembangunan, khususnya di daerah-daerah pedesaan dan pelosok tanah air yang sulit dijangkau.
Pelaksanaan TMMD yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia, juga dinilai telah mampu berperan menjadi indicator penting bagi suksesnya pembangunan di pedesaan dan semakin meningkatnya kesejahteraan rakyat, serta menjadi program yang dinanti-nanti oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagaimana TMMD ke-114 yang dilaksanakan di Desa Danau Ganting, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Melalui tangan-tangan terampil dan semangat serta dilandasi niat tulus ikhlas prajurit TNI yang terus manunggal, menyatu dan bergotong-royong dengan masyarakat, dapat dicapai berbagai hasil TMMD, dengan sasaran fisik seperti pembukaan jalan, jembatan, pengecatan pelabuhan desa, pembangunan rumah sederhana bagi warga tidak mampu, pembuatan surau maupun pembangunan yang bersifat non fisik berupa penyuluhan bagi masyarakat.

Terbukanya Keterisolasian Desa Danau Ganting
Desa Danau Ganting yang terletak di kecamatan Dusun Selatan, kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu desa yang terisolir dan mengalami kesulitan menuju desa terdekat.
Desa Mangaris yang memiliki akses kejalan utama yaitu jalan Trans Kalimantan dari Buntok menuju kota Tamiyang Layang. Hal ini membuat desa tersebut sulit untuk dijangkau, sehingga untuk mobilitas penduduk dan distribusi hasil bumi mengalami kendala.
“Dapat dikatakan, desa kami desa Danau Ganting termasuk desa tertinggal, bila dibandingkan dengan desa-desa lain yang memiliki akses lebih mudah kejalan utama.Dari segi infrastruktur masih sangat terbatas,” tutur Kade sDanau Ganting, Gapilon, saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.
Selanjutnya diakui oleh kades bahwa dengan kondisi tersebut sangat berdampak terhadap kemajuan dan perkembangan desa Danau Ganting. Terutama terkait kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga berpengaruh terhadap cara berpikir sebagian generasi muda, mereka cenderung sederhana dan mewarisi pekerjaan orang tua, yaitu berkebun dan mencari ikan.



