BeritaHukum Dan KriminalKASUS TIPIKORNASIONAL

Tanggapan Istana Soal OTT Wamenaker: Prabowo Menyesalkan Meski Sudah Berulang Kali Diingatkan!

KALTENG.CO-Tertangkapnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sorotan publik.

Kejadian ini disayangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang berkali-kali mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk berhati-hati dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo sangat menyayangkan peristiwa ini.

“Ya (tanggapan Presiden Prabowo) menyayangkan. Menyayangkan, di tengah sudah berkali-kali diingatkan,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan penghormatannya terhadap proses hukum yang tengah berjalan di KPK.


Hormati Proses Hukum dan Komitmen Pemberantasan Korupsi

Prasetyo menambahkan bahwa Presiden Prabowo mempersilakan KPK untuk menjalankan proses hukum terhadap Immanuel Ebenezer sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang menjadi salah satu program utama.

“Beliau menghormati proses di KPK dan dipersilakan untuk proses hukum itu dijalankan sebagaimana mestinya,” tegas Prasetyo.

Presiden Prabowo selalu menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dimulai dari pejabat pemerintah itu sendiri. Ia berulang kali meminta seluruh menteri dan jajaran kabinet untuk menjaga semangat antikorupsi dalam setiap tugas yang diemban.

“Berkali-kali sudah disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa salah satu program atau salah satu niatan utama kita semua ini adalah bekerja keras untuk memberantas tindak pidana korupsi. Yang kemudian itu tentunya harus dimulai dari para pejabat pemerintahan,” jelas Prasetyo.


Pemeriksaan Intensif dan Potensi Penggantian Posisi

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya OTT yang menjerat Wamenaker Immanuel Ebenezer. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang, mobil, dan motor. Noel, sapaan akrab Immanuel, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Noel diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap sejumlah perusahaan terkait pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan.

Menanggapi kemungkinan status hukum Noel, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden akan segera melakukan pergantian posisi Wamenaker jika Immanuel Ebenezer terbukti bersalah.

“Kan kita tunggu dulu 1×24 jam nanti hasil dari teman-teman di KPK seperti apa. Sekali lagi, kalau memang kemudian terbukti ya kita akan segera melakukan proses terhadap yang bersangkutan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik akan pentingnya integritas dan transparansi, sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button