Antisipasi Demonstrasi Anarkistis

PALANGKA RAYA – Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kalteng. Peserta aksi mendadak gaduh karena adanya pembakaran ban. Alhasil aparat gabungan dari Polda Kalteng melakukan tindakan terukur sehingga pendemo berhasil ditekan mundur. Aksi demonstrasi itu merupakan rangkaian simulasi pengamanan kota dalam rangka penindakan demonstrasi anarkistis.
Ratusan anggota kepolisian dari Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, dan Polsek Pahandut turut serta dalam kegiatan pengamanan tersebut guna menekan tindakan anarkis para pendemo.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Dansat Brimob Polda Kalteng Kombespol Bambang Widjanarko yang turut memimpin langsung kegiatan kemarin menga-takan, kegiatan itu merupakan tindakan terukur kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat apabila terjadi kericuhan.
“Ini adalah simulasi sistem pengamanan dalam kota (sispamkot) dalam rangka Ops Mantap Praja Telabang 2020. Kegiatan digelar agar seluruh anggota bisa benar-benar memahami tugasnya saat berada di lapangan nanti,” ungkap Bambang Widjanarko.
Sebelum melakukan simulasi sispamkota dengan sasaran objek vital itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo menyerahkan langsung alat material khusus (almatsus) untuk penindakan huru-hara pada Ops Mantap Praja Telabang 2020 kepada jajaran polda maupun Polresta Palangka Raya, di halaman Mapolda Kalteng.
“Alat-alat yang kami serahkan ini meliputi tameng dalmas, alat pengeras suara untuk keperluan negosiator, kamera, masker, hingga alat pemadam api ringan,” beber kapolda.
Rincian peralatan yang diserahkan saat itu meliputi 210 tameng sekat, 875 masker gas, 889 canester, 42 alat pemadam api, 28 unit video camera, 98 megaphone.
“Hemat kami bahwa alat-alat tersebut cukup memadai untuk menunjang kinerja selama Ops Mantap Praja Telabang 2020,” pungkasnya. (ena/ce/ala)



