BeritaPalangka RayaUtama

Ekspor Sarang Burung Walet di Kalteng Belum Ditangani Bea Cukai

Dengan tidak adanya ekspor yang di lakukan di Kalteng, menurut Indra hal tersebut sangat merugikan pemerintah daerah, namun bila ad-anya keseriusan yang baik dari pengusaha tidak menutup kemungkinan Kalteng juga akan dilirik investor untuk ekspor sarang burung wallet.“Saya yakin bila ada sinergi yang baik tidak menutup kemungkinan kalteng akan dilirik investor asing untuk menanamkan modal Sudah pasti akan mendorong perekonomian,” beber Indra.

Bea Cukai rencananya akan melakukan Focus Group Disscusion (FGD), baik dari Bea Cukai Palangka Raya dengan dinas terkait, para petani, pengepul dan juga pengusaha lokal bagaimana sektor hasil sarang burung walet tersebut bisa hasil ekspornya dari kalteng sendiri.

“Jadi banyak pekerjaan rumah apabila hasil ekspor sarang walet tersebut jadi komoditi unggulan, bahkan kalau bisa di olah disini lebih bagus, dan bahan mentah dengan kualitas bagus dan harga jual pasti akan mahal dan harganya bisa dua kali lipat dari harga yang belum dibersi-hkan berkisar belasan juta rupiah,” lanjut Indra.Dirinya berharap sektor dari sarang burung walet ini bisa berkembang dan bisa dijadikan komoditi ekspor oleh Kalteng. Demi terwujudnya itu, Bea Cukai juga siap untuk fasilitasi perdaganganya, memberikan asistensi kepada dunia industri baru akan didorong untuk bisa diekspor.(ena/ram)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button