Utama

Kasus Illegal Mining Masuk Tahap Satu

Image Image

PULANG PISAU, kalteng.co-Kasus tindak pidana ilegal mining dengan tersangka Ipandi Utuh Sofyan (48) dan Redianto (34) kini telah memasuki tahap tahap satu.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto melalui Kasatreskrim Polres Pulang Pisau Iptu Jhon Digul Manra mengungkapkan, berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke kejaksaan negeri (Kejari) Pulang Pisau.

“Selanjutnya kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari jaksa penuntut umum (JPU),” kata Digul kepada Kalteng Pos, Minggu (21/3).

Tersangka Ipandi Utuh Sofyan merupakan warga Jalan Tjilik Riwut Km 22,5 Palangka Raya dan Redianto merupakan warga kelurahan Kalawa, Kahayan Hilir, Pulang Pisau. Keduanya ditangkap polisi, Miggu (31/1) siang di DAS Kahayan, desa Tanjung Taruna, kecamatan Jabiren Raya, Pulang Pisau.

Digul mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka itu berawal ketika pihaknya menindaklanjuti empat fokus Kapolda  Kalteng yang salah satunya adalah penindakan tindak pidana lingkungan hidup yaitu ilegal mining.

Baca Juga:  Pasca Puasa dan Lebaran, Status PPKM di Banjarmasin Level 3

Dia mengaku, Polres Pulang Pisau secara masif telah memberikan imbauan dan sosialisasi tentang setop ilegal mining dan penggunaan bahan kimia atau mercuri di daerah-daerah atau titik-titik rawan adanya kegiatan penambangan mineral jenis emas secara Ilegal dengan cara memasang sepanduk.

Namun, lanjut dia, ternyata masih ada masyarakat yang melakukan kegiatan tersebut sampai pada Minggu (31/3) Satreskrim Polres Pulang Pisau melakukan penindakkan terhadap dua orang laki-laki tersebut yang sedang bekerja.

“Kami tanyakan apakah kegiatan yang mereka lakukan dan apakah kegiatan mereka dilengkapi dengan perizinan. Mereka menjawab sedang melakukan penambangan mineral jenis emas dan tidak dilengkapi dengan perizinan. Lalu keduanya kami amankan,” tegasnya

Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita barang bukti yang digunakan pelaku untuk menambang emas. “Kami meminta masyarakat untuk menghentikan penambangan emas secara ilegal. Karena praktik tersebut dapat merusak lingkungan,” tandasnya. (art)

Image Image Image Image Image Image Image

Related Articles

Back to top button