
Bupati menjelaskan, dari bantuan 1.000 hektare pembangunan tambak ini jika di realisasikan, maka akan memberikan dampak yang cukup besar terhadap daerah. Yang mana investasinya sangat besar. “Sehingga potensi pemanfaatan tambak di Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci bisa lebih di maksimalkan,” kata dia.
Karena, jelasnya, jika di hitung nilai investasinya besar sekali. “Cukup besar bagi kita dan masyarakat kita. Karena kalau untuk pengelolaan secara intensif satu hektare tambak itu perlu dana kurang lebih Rp 1,5 miliar,” beber dia.
Nilai itu, jelasnya, di hitung berdasarkan tambak lima hektare klaster nasional bantuan dari KKP di Kabupaten Sukamara, yang nilainya mencapai Rp 7,5 miliar.
Bupati menambahkan, dalam pengelolaan tambak terdapat beberapa pola, mulai dari sederhana, sederhana plus, semi intensif dan intensif.
“Jadi, perbedaanya hanya pada penebaran benih saja. Jadi satu meter itu mulai dari 10 ekor. Kalau yang intensif bahkan super intensif itu sampai dengan 600 ekor per meter. Jadi beda jauh,” tandasnya. (lan)



