Airlangga Hartarto: Presiden Jokowi Tambah Plafon KUR dan Kredit UMKM

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Ir. Airlangga Hartarto

JAKARTA,KALTENG.CO-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia periode 2019-2024 pada Kabinet Indonesia Maju, Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU mengatakan bahwa pemerintah akan menaikkan rasio kredit yang diperuntukkan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut untuk mendorong usaha agar naik kelas. Selama ini rasio kredit yang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM berkisar di angka 18 hingga 20 persen dari total kredit nasional.

“Pada tahun 2024 mendatang, rasio tersebut diupayakan untuk meningkat hingga lebih dari 30 persen,”katanya saat memberikan keterangan di Kantor Presiden usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Senin (5/4).

Baca Juga:  Nihil Ambulans, Obat-obatan Sering Telat Datang

Ditambahkannya, bahwa Presiden telah memberi arahan terkait dengan pembiayaan UMKM. Selama ini pendanaan UMKM berada di level 18-20 persen dari total kredit. Sehingga Presiden meminta agar diberikan alokasi yang lebih besar, sehingga ada lompatan.”Maka kredit kepada UMKM ini ditargetkan di tahun 2024 adalah lebih dari 30 persen,” tegas Airlangga.

Berkaitan dengan hal tersebut, jelasnya, realisasi penyaluran dari kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun lalu mencapai Rp 198,53 triliun atau sebesar 104 persen dari target yang ditetapkan.

Baca Juga:  Gugatan Praperadilan Polda Kalteng Meningkat 44 Persen

Porsi terbesar dari jumlah penyaluran tersebut berasal dari nasabah KUR dengan kredit antara Rp 10 hingga Rp 50 juta yang mencapai Rp128 triliun atau sebesar 65 persen.Presiden Joko Widodo, dalam arahannya pada rapat terbatas saat itu, juga meminta agar plafon bagi KUR tanpa agunan atau yang berada di bawah Rp 50 juta untuk dapat ditingkatkan menjadi Rp 100 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *