Berita

Melihat Upaya UPR Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Tes Swab kedua yang dilaksanakan Universitas Palangka Raya, Rabu (28/10) hasilnya negatif semua. Sebanyak 76 orang yang ikut tes berasal dari pegawai Rektorat, tenaga pendidik dan kependidikan serta mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang ada riwayat kontak dengan penderita. Langkah ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kampus.

TES swab dilakukan oleh dosen dan mahasiswa senior Fakultas Kedokteran UPR yang diketuai oleh dr Dewi Klarita Furtuna. Mereka ini merupakan relawan yang bertugas di RSUD dr Doris Sylvanus. Pengambilan sampel di laksanakan di halaman Rektorat.

Sebelumnya Tes swab tahap pertama telah dilaksanakan Minggu (25/10). Ada 70 orang yang mengikuti tes. Hasilnya ditemukan 4 orang positif. Sebelumnya ada 3 orang yang positif. Total sudah 7 orang positif dari FEB.

Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia telah menyampaikan kondisi UPR dan langkah-langkah pencegahan kepada Menteri Pendidikan cq Dirjen Pendidikan Tinggi. Laporan ini tertuang dalam surat Rektor UPR, Senin (26/10). Surat yang ditandatangani Rektor ini juga ditembuskan ke Ketua DPRD Kalteng, Plt Gubernur, Kapolda Kalteng, Tim Covid-19 Kalteng, dan Tim Covid-19 Kota Palangka Raya.

“Kantor Rektorat Universitas Palangka Raya di Lockdown terbatas mulai 26 Oktober sampai dengan 7 November 2020. Langkah ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus,” ujar Andrie seperti tertuang dalam suratnya.

Langkah lain yang dilakukan yakni melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kampus UPR. Kemudian melakukan tracing dan pendataan civitas akademika yang merupakan kontak erat atau kontak langsung dengan penderita.

“Hari Minggu (25/10) kami lakukan tes swab kepada seluruh kontak erat yang berjumlah 71 orang, termasuk saya juga ikut tes swab,” ujar Andrie seraya menyampaikan hasil tes dirinya negatif.

Hasil tes yang keluar kemarin Senin (26/11) ternyata ditemukan empat orang terkonfirmasi positif. Mereka ada tenaga pendidik, ada tenaga kependidikan.

Berdasarkan hasil tracing, diketahui pusat transmisi Covid-19 di FEB terutama di ruang-ruangan yang digunakan untuk persiapan maupun pelaksanaan visitasi daring akreditasi Program Studi Ekonomi Pembangunan pada tanggal 14-15 Oktober 2020.

Pada tanggal 20 Oktober 2020 terlaporkan tiga orang warga kampus terkonfirmasi Covid-19. Waktu transmisi diduga dua hari selama pelaksanaan visitasi akreditasi daring dari assesor BAN PT. (sma/k10/ala)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button