BeritaPalangka RayaUtama

Buka Galeri Barang Antik di Tepi Jalan, Mampu Nafkahi Istri dan Empat Anak

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Tidak semua barang antik harus dipajang dalam sebuah galeri seni megah dan mewah. Setidaknya hal ini sudah dilakoni Fatahilah sejak tiga tahun silam. Penjual barang-barang antik khas Dayak ini  menggelar lapak  aneka barang antik di tepian jalan, tepatnya di persimpangan antara Jalan G Obos Induk dan Jalan Baban Kota Palangka Raya.

Di antara barang antik yang dipajang ada balanga, sangu, bokor, tempat dupa, perlengkapan mengginang  dan barang antik lainnya untuk keperluan perkawinan adat suku Dayak. Semua barang tersebut, rerata terbuat dari bahan kuningan.

“Untuk mendapatkannya, biasanya ada yang saya beli langsung dari perkampungan di Banjarmasin. Ada pula yang diantar orang langsung ke sini,”kata Fatahilah alias Abah Adek (58) dibincangi Kalteng.co, Senin (1/3/2021).

Fatahilah mengaku, sebelumnya  menggelar jualan barang antiknya di sebuah toko di depan kantor gubernur, namun sejak tiga tahun lalu terpaksa berjualan di tepi jalan seperti ini.

“Berjualan di tepi jalan ini, karena tidak punya tempat lain seperti dahulu saat masih menyewa di depan kantor Gubernur,” kata Abah Adek yang bersama istri dan anak-anaknya tinggal di Jalan G Obos II.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button