Salah Kaprah Soal Konsep Trinitas, Buku PPKn Kelas VII Kurikulum Merdeka Ditarik dari Peredaran

KALTENG.CO – Peredaran dan proses cetak buku pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) kelas VII SMP/MTs terpaksa dihentikan. Pasalnya, buka paket siswa yang mengacu kepada Kurikulum Merdeka tersebut terdapat salah kaprah soal konsep trinitas, sehingga memunculkan protes dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).
Gonjang-ganjing terkait Kurikulum Merdeka kembali terjadi. Kali ini menyangkut muatan informasi buku pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) kelas VII SMP/MTs yang salah kaprah soal teologi Kristiani.
Terkait hal itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom menjelaskan, ada kesalahan dalam muatan buku PPKn kelas VII tersebut, terutama menyangkut Trinitas. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo Kemendikbudristek mengatakan, pihaknya tengah melakukan kajian dan menindaklanjuti konten di dalam buku PPKn itu.
Dalam proses perbaikan ini, lanjut dia, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek akan melibatkan pakar dari Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia.
”Untuk buku yang saat ini beredar dengan format elektronik tengah kami tarik. Dan akan segera kami ganti dengan edisi revisi,” ujarnya saat di hubungi kemarin (26/7/2022).
Untuk versi cetak, Kemendikbudristek sudah menghentikan proses pencetakan versi lama. Pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi. ”Kami juga akan segera mengedarkan suplemen perbaikannya bagi yang sudah menerima buku,” sambung pria yang akrab di sapa Nino tersebut.
Dia mengaku selalu terbuka menerima masukan, koreksi, dan saran untuk memperbaiki kualitas buku-buku pendidikan. Masukan, koreksi, dan saran dapat di alamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel buku@kemdikbud.go.id. (Di kutip dari JawaPos.com/tur)




