BeritaMETROPOLISOPINIPENDIDIKANUNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Lawan Tren Mager! Mahasiswa FEB UPR dan Dispora Kalteng Gaungkan Kampanye Digital Gaya Hidup Aktif

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Tingginya kebiasaan sedentari atau yang akrab disebut “mager” (malas bergerak) di kalangan anak muda menjadi perhatian serius di era digital saat ini. Fenomena tersebut mendorong mahasiswa program Magang Mandiri Berdampak Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (FEB UPR) tahun 2026 mengambil langkah nyata.

Bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah (DISPORA Kalteng), mereka menghadirkan kampanye digital bertema hidup sehat. Gerakan ini bertujuan mengajak generasi muda untuk lebih aktif bergerak, rutin berolahraga, dan peduli terhadap kesehatan sejak dini.

Gambar Kiri Gambar Kanan

Melalui media digital dan pembuatan konten kreatif di media sosial, para mahasiswa berupaya menekan tren gaya hidup tidak sehat di kalangan remaja dan usia produktif. Pasalnya, mayoritas dari mereka kini menghabiskan waktu berjam-jam di depan gadget, bermain game, hingga minim melakukan aktivitas fisik.

Pendekatan Kreatif: Mengubah Konten Digital Menjadi Inspirasi Sehat

Tim mahasiswa magang yang terdiri dari Said Samsuwita, Aurelia Merliez Aritonang, dan Dea Ananda menyampaikan bahwa kampanye ini dikemas secara khusus agar pesan kesehatan dapat lebih mudah diterima oleh generasi muda. Caranya adalah melalui pendekatan yang kreatif, informatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Sekarang banyak anak muda lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget dan media sosial hingga lupa pentingnya bergerak aktif. Padahal, kebiasaan malas bergerak dan pola hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius di usia muda. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk mulai peduli terhadap kesehatan, karena olahraga bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga investasi untuk masa depan,” ujar perwakilan tim mahasiswa magang.

Melalui desain konten digital yang menarik, video edukasi, hingga ajakan olahraga ringan harian, mereka berupaya membangun kesadaran kolektif. Kampanye ini menggarisbawahi bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat memicu berbagai masalah kesehatan kronis, seperti:

  • Obesitas (kelebihan berat badan)

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  • Penyakit metabolik

  • Gangguan ginjal parah yang berujung pada tindakan cuci darah di usia muda.

Aksi Nyata di Lapangan: Sosialisasi dan Jogging Bersama

Tidak hanya bergerak di dunia maya, kampanye ini juga diimplementasikan dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Aktivitas jogging sore yang dilaksanakan di kawasan Bundaran Besar serta Jalan Katamso (tepat di depan kantor DISPORA Kalteng) menjadi bentuk ajakan positif yang persuasif.

Di tengah maraknya kebiasaan mager, kegiatan olahraga bersama ini diharapkan mampu memantik semangat anak muda di Palangka Raya untuk kembali ke trek hidup sehat. Bagaimanapun, generasi yang sehat, aktif, dan produktif merupakan kunci utama menuju masa depan bangsa yang lebih baik.

Kolaborasi Strategis Akademisi dan Pemerintah

Program kampanye digital ini merupakan bagian inti dari kegiatan Magang Mandiri Berdampak yang diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen FEB UPR di DISPORA Kalteng. Selain mempelajari sistem administrasi dan pelayanan publik, mahasiswa dituntut untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak sosial yang nyata.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan, Drs. Aston Pakpahan, M.M. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi sebagai media perubahan perilaku sosial.

“Anak muda saat ini sangat dekat dengan media digital. Karena itu, mahasiswa harus mampu menghadirkan konten yang bukan hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat dan membangun kesadaran hidup sehat di masyarakat,” ungkap Drs. Aston Pakpahan, M.M.

Dukungan Penuh dari DISPORA Kalteng

Sinyal positif dan dukungan penuh juga datang dari pihak birokrasi. Ibu Pamela, S.STP., M.Si selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga DISPORA Kalteng, menilai bahwa rendahnya aktivitas fisik anak muda saat ini sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan karena mengancam kualitas kesehatan mereka di masa depan.

“Banyak generasi muda saat ini terlalu sering bermain gadget dan kurang aktif bergerak, sehingga berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan sejak usia muda. Karena itu, kami berharap anak muda mulai membiasakan hidup sehat dan rutin berolahraga agar tetap sehat dan produktif,” tutur Ibu Pamela.

Beliau juga berharap para pemuda tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial mereka sendiri sebagai sarana menyebarkan virus gaya hidup sehat ke lingkungan pertemanan sekitar.

Melalui kolaborasi positif antara Mahasiswa Universitas Palangka Raya (Aurelia Merliez Aritonang, Dea Ananda, Said Samsuwita) dan DISPORA Kalteng, kampanye ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi kesehatan tidak harus kaku.

Dengan visualisasi yang kreatif, informatif, dan relevan, diharapkan kesadaran akan pentingnya olahraga dapat tumbuh secara organik di hati generasi muda demi kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button