Pemko Palangka Raya Koordinasi dengan Kemenag Tangani Kerusakan MTs Darul Ulum Pascakebakaran

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan penanganan kerusakan bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum yang terdampak kebakaran di Gang Sari, Jalan Dr. Murjani, akan dilakukan secara hati-hati. Langkah tersebut diambil karena bangunan sekolah yang terbakar sebagian itu baru selesai direhabilitasi sekitar dua bulan lalu dan masih dalam proses administrasi serta audit.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya untuk menentukan mekanisme penanganan yang sesuai dengan ketentuan.
“Kalau untuk sekolah tadi juga sudah kami bahas. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama. Nanti akan dilihat mana yang bisa ditangani oleh Kemenag dan mana yang tidak,” ujar Fairid usai meninjau lokasi kebakaran, Selasa (14/7).
Menurutnya, informasi dari Kemenag menyebutkan bahwa rehabilitasi MTs Darul Ulum baru selesai sekitar dua bulan lalu sehingga proses administrasi dan audit pekerjaan masih berjalan. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus berhati-hati agar bantuan yang diberikan tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi.
“Jangan sampai niat kita membantu justru menjadi masalah. Bangunan ini baru direhabilitasi dua bulan lalu, belum diaudit, kemudian sudah terjadi kebakaran. Kalau kita langsung melakukan perbaikan, sementara pekerjaan sebelumnya belum diaudit, tentu harus hati-hati,” jelasnya.
Meski demikian, Fairid menegaskan Pemko Palangka Raya tetap berkomitmen mendukung pemulihan fasilitas pendidikan tersebut. Ia telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk terus berkoordinasi dengan Kemenag. Apabila terdapat bagian yang belum dapat ditangani oleh Kemenag, pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan sesuai kemampuan daerah, termasuk melalui mekanisme subsidi silang.

Selain itu, Pemko juga berupaya memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu. Fairid mengungkapkan pihaknya telah berdiskusi dengan Ketua Yayasan Pondok Darul Ulum mengenai langkah-langkah sementara agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung.
“Hari ini baru MPLS dan masih berlangsung beberapa hari. Kami sudah berbicara dengan Ketua Yayasan Pondok Darul Ulum. Sebagian dilakukan secara daring, dan kami akan mengupayakan agar proses belajar bisa kembali berjalan normal secepat mungkin,” tuturnya.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Minggu (12/7) sekitar pukul 13.10 WIB menghanguskan puluhan bangunan berbahan kayu, termasuk sebagian bangunan MTs Darul Ulum. Musibah tersebut mengakibatkan 46 kepala keluarga (KK) atau 132 jiwa terdampak, dengan estimasi kerugian sementara mencapai Rp1,5 miliar.
Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan pendataan terhadap dampak kebakaran masih terus dilakukan bersama instansi terkait sehingga nilai kerugian diperkirakan masih dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan.(aza)




