Palangka Raya

Warga Petuk Ketimpun Antusias Ikuti Sosialisasi KIE Bangga Kencana

PALANGKA RAYA kalteng.co – Perwakilan kader PKK, KB, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kelu­rahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya an­tusias mengikuti sosial­isasi yang dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sosialisasi advokasi dan Komunikasi Infor­masi dan Edukasi (KIE) peningkatan kesertaan dan pembinaan ber-KB, bersama mitra ker­ja perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng ta­hun anggaran 2020 ini dilaksanakan di kelu­rahan setempat, Selasa (10/11).

Deputi Bidang Ad­vokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN, H Nofrizal SP MA, saat menjadi narasumber kegiatan itu menjelas­kan mengenai lambang atau logo BKKBN yang diubah pada 2019. Men­jadi sebuah lambang yang menggambarkan harmonisasi kehidupan kasih sayang.

Logo baru ini seka­ligus menandakan BKKBN melakukan re­branding untuk men­capai tujuan yang lebih baik. Dari sisi tagline BKKBN sekarang adalah #berencana itu keren dan #dua anak lebih sehat.

“Kata orang, kalau matang perencanaan sudah selesai suksesnya 50 persen. Begitu juga dengan keluarga, ka­lau direncanakan den­gan baik, akan meng­hasilkan yang terbaik, makanya berencana itu keren,” ungkapnya.

Menurut dia, dulu BKKBN hanya ada pro­gram KB saja, yang leb­ih banyak mendorong orang menggunakan kontrasepsi. Pada 2015 program itu diubah menjadi Kependudu­kan Keluarga Beren­cana dan Pembangu­nan Keluarga (KKBPK). Lalu pada 2019 BKKBN melakukan ‘rebranding’ lagi menjadi Bangga Kencana (pembangu­nan keluarga, kepen­dudukan dan keluarga berencana). Rebrand­ing tersebut bertujuan untuk memperbarui semangat program KB di tengah masyarakat.

Lanjut dia, berhubun­gan dengan program tersebut, maka diper­lukan membentuk kel­uarga yang berkualitas. Sebab, bangsa diten­tukan oleh keluarga, jika keluarga lemah maka lemahlah bangsa. Yang berperan dalam keluarga adalah ayah, ibu dan anak-anaknya. Namun keberhasilan kualitas keluarga diten­tukan orangtua. Untuk menghasilkan keluar­ga berkualitas, BKKBN merancang pemban­gunan keluarga den­gan merancang siklus kehidupan.

“Siklus kehidupan dimulai dari remaja, keluarga, jika hamil disebut dengan 1000 hari kehidupan, kelu­arga balita, keluarga dengan pasangan usia produktif dan terakhir siklus kehidupan itu lansia,” jelasnya.

Di penghujung ke­giatan, doorprize sep­erti hp, dispenser, kipas angin dan kompor gas dibagikan untuk yang hadir. Selain itu ada pemberian 250 paket sembako kepada mas­yarakat setempat.

Kelurahan Petuk Ketimpun menja­di kampung KB sejak 2017. Di bawah binaan BKKBN, ibu-ibu binaan mendapat pelatihan dan sekarang sudah memili­ki produk sendiri. Kegia­tan yang dikemas Javas Production ini tetap me­matuhi protokol kese­hatan Covid-19. (kom/aza/b5)

Related Articles

Back to top button