DPRD KALTENG

SMAN-5 Palangka Raya Berharap Kembali Jadi Sekolah Unggulan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Menindaklanjuti masa Persidangan II tahun sidang 2022, Kalangan DPRD Kalteng kembali melaksanalan reses perseorangan, dalam rangka menjalankan tugas serta fungsi legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Salah satunya yakni Anggota DPRD Kalteng dari Dapil I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Masdan Kota Palangka Raya, Duwel Rawing, yang melaksanakan reses perseorangan ke 6 titik di Dapil I, belum lama ini.

“Ada 6 titik yang saya kunjungi yakni 2 titik di Tumbang Jutuh dan Tumbang Jalemu, Kabupaten Gunung Mas, kemudian 3 titik di Kabupaten Katingan yakni Tumbang Lahang, Tewang Rangkang dan Luwuk Kanan, serta 1 titik di Kota Palangka Raya yaitu ke SMAN-5,” ucap Duwelz di gedung dewan, Senin (29/8/2022).

Anggota Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini juga mengatakan, salah satu aspirasi yang cukup menarik datang dari SMAN-5 yang berharap bisa kembali menjadi sekolah unggulan di Kota Palangka Raya.

“SMAN-5 pada dasarnya memiliki fasilitas maupun Sarana-Prasarana (Sapras) yang memadai dalam rangka menunjang kegiatan belajar mengajar termasuk ketersediaan asrama bagi siswa siswi. Tinggal memelihara yang sudah ada,” ujarnya

Dijelaskan, bahwa SMAN-5 Palangka Raya bersama Dinas Pendidikan, telah mengagendakan untuk melaksanakan kunjungan ke SMA Negeri Banua di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang merupakan salah satu SMA Unggulan dan mampu menampung semua lulusan SMP terbaik.

“Pada dasarnya, SMA Negeri Banua memang menjadi salah satu SMA terbaik di Provinsi Kalsel yang mampu menampung semua lulusan SMP terbaik. Apalagi lulusan SMA Negeri Banua kerap diterima di Perguruan Tinggi terkenal di Indonesia,” terangnya.

Kendati demikian, sambungnya, permasalahan yang kerap dihadapi oleh sekolah-sekolah di Kalteng adalah ketidaksiapan dari segi fasilitas dan tidak merata.

“Memang kenyataannya, Pemerintah mencoba untuk menghapuskan paradigma sekolah unggulan dan menjadikan sekolah di Kalteng setara. Namun yang jadi masalah adalah kesetaraan mampu tercapai namun fasilitasnya yang tidak merata,” tutupnya. (ina)

Related Articles

Back to top button