Cornelis Sebut Merintis dari Nol PT BMB

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Cornelis N Anton tidak pernah menyangka, PT Berkala Maju Bersama (BMB) yang didirikan dengan jerih payahnya kini diambil alih. Dia telah merintisnya serta berjuang dari nol.
Keinginanan, Cornelis yang juga putra asli Kabupaten Gunung Mas sejatinya menyiapkan PT BMB sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal berbuah pahit.
Disambangi di kediamannya, kepada media, secara gamblang Cornelis menuturkan, bagaimana PT Berkala Maju Bersama lahir dan berdiri pada 16 April 2011 silam itu.
Dia menceritakan, berawal dari semangat untuk membangun kampung halaman dan menggerakkan perekonomian masyarakat lokal khususnya di Kabupaten Gunung Mas, Cornelis bersama rekannya Suria dan Guntur membuat perseroan terbatas PT BMB.
Saat itu sebagai pemegang saham tertinggi sebanyak 98 persen, Cornelis ditunjuk sebagai Direktur Utama dengan modal dasar sebesar Rp1 miliar.
Dalam perjalanannya, PT BMB yang dikelola Cornelis mendapat peluang mendapatkan Izin Usaha Perkebunan seluas kurang lebih 2.138 hektare di wilayah Kecamatan Manuhing.
Kebutuhan dana yang besar untuk pengembangan mendesak Cornelis mencari investor yang sanggup mendanai perkebunan kelapa sawit.
Sebuah Perusahaan asing asal Malaysia, AV-Ecopal, SDN, BHD menyatakan kesanggupan mendanai pembangunan kebun dengan biaya ditanggung 100 persen, ditambah pemberian saham hadiah sebesar 6 persen jika berhasil mendapatkan izin konsesi.
Melihat peluang dan kepercayaan yang diberikan investor, demi untuk perkembangan dan pendapatan pemerintah untuk masyarakat serta menciptakan lapangan kerja khususnya di Kabupaten Gunung Mas, Cornelis mengiyakan PT BMB yang semula Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) resmi berubah menjadi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).
“Setelah menjadi PMA, posisi saya selaku Direktur Utama berubah menjadi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Setelah menjadi PMA, posisi saya selaku Direktur Utama berubah menjadi komisaris pada 31 Mei 2012,” tutur Cornelis seraya menghela nafas beratnya.
Adanya investor untuk PT BMB menjadi angin segar untuk pengembangan kebun kelapa sawit, Cornelis mengakui jika dalam rentang waktu 2012-2013 pembukaan perkebunan disiapkan, baik dari sisi mess karyawan, akses jalan dan tempat pembibitan yang semuanya ditangani oleh tenaga profesional dan masyarakat lokal yang dipekerjakan.
Kendati demikian, ternyata takdir berkehendak lain. Cornelis terpaksa harus menundanya. Pada 2013, Cornelis harus mendapat masalah yang membuatnya harus menjauh sementara dari pengelolaan perusahaan hingga 2017.
Setelah masalahnya terselesaikan, Cornelis segera kembali ke pekerjaannya yang tertunda, ke PT BMB dirintis sejak awal yang ternyata telah carut marut. Apa yang dipandangnya saat itu berbeda dengan apa yang harapkannya.
Kondisi akses jalan yang rusak hingga kondisi kebun yang memprihatinkan, tidak sesuai dengan penanaman modal dan janji manis dari investor asing tersebut. Ini membuatnya harus kembali berjuang, karena dia yakin Tuhan besertanya.
“Sepulang saya menyelesaikan masalah, tekad saya segera kembali ke kampung halaman saya (Gunung Mas) yang mana saya merasa sangat berharap dengan Investasi di PT. BMB bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang, terutama masyarakat sekitar,” tutur Panglima Badan Komando Laskar Masyarakat Adat Dayak Nasional atau BAKORMAD Nasional ini.



