Legislator: Segera Salurkan Dana Hibah KONI!
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kalangan DPRD Kalteng mengingatkan Pemprov untuk menyalurkan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng, senilai Rp1,3 miliar yang sampai saat ini belum disalurkan oleh Pemprov dengan berbagai alasan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Duwel Rawing, saat dikonfirmasi Kalteng.co di gedung dewan, Senin (28/11/2022). Menurutnya, permasalahan dana hibah yang belum direalisasikan tersebut wajib mendapat perhatian dari seluruh stakeholder.
“Sangat disayangkan apabila dana hibah KONI Kalteng sudah dianggarkan dan masuk dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) justru tidak tersalurkan. Apalagi sampai hari terakhir Surat Keputusan (SK) penetapan bantuan belum juga keluar. Sedangkan anggaran tersebut merupakan kebutuhan organisasi yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk memajukan olahraga di Kalteng,” ucapnya.
Wakil rakyat dari Dapil I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, bahwa kondisi KONI Kalteng sudah sewajarnya mendapat perhatian dari Pemprov, mengingat selama ini seluruh operasional KONI menggunakan dana talangan.
“Saya cara cukup memprihatinkan apabila untuk membayar listrik dan operasional lainnya, KONI sampai menggunakan dana talangan dan hal ini seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah, sebagai bentuk dukungan terhadap dunia olahraga,” ujarnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, Komisi III belum mendapat informasi secara menyeluruh, terkait alasan Pemprov belum menyalurkan dana hibah KONI.
“Kami belum dapat informasi lengkap, mengapa dana hibah tersebut belum disalurkan sehingga membuat kami bingung. Semestinya apabila salah satu sudah masuk RKA, dana hibah tersebut harus segera disalurkan karena SK hanyalah kelengkapan administrasi. Sedangkan apabila RKA, artinya sudah dibahas dan masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” tandasnya.
Kendati demikian, sambungnya, apabila dana hibah KONI tidak segera dicairkan dan disalurkan, dikhawatirkan berdampak buruk pada kemajuan olahraga di Bumi Tambun Bungai.
“luas sekali dampaknya, karena tujuan daripada olahraga adalah menyalurkan generasi muda untuk melakukan beragam aktifitias positif. Jangan heran apabila berkurangnya kegiatan olahraga justru mengakibatkan generasi muda menjadi rentan terhadap hal-hal negatif. Apalagi KONI merupakan lembaga yang berkompten dalam menaungi olahraga dan jangan sampai terpuruk karena kepentingan elit politik,” tutupnya.(ina)




