Palangka Raya Optimis Raih Adipura Tahun Ini

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memberikan penghargaan adipura kembali bagi Kota dan Kabupaten yang kinerja pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijaunya baik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Achmad Zaini membenarkan bahwa tahun ini akan ada pemberian Adipura dari pemerintah pusat yang kabarnya akan diberikan bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) akhir Bulan Februari ini.
Menurutnya Kota Palangka Raya adalah salah satu kategori kota sedang/ telah dilakukan pemantauan dan penilaian kinerja pengelolaan sampahnya pada Bulan Oktober Tahun 2022 kemaren, bersama kota dan kabupaten diseluruh Indonesia.
“Sebelumnya kami melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap titik-titik pantau yang akan dilakukan penilaian, sehingga pada saat Tim penilai datang sudah siap. Memang ada yang sudah bagus, tetapi ada juga yang masih kurang dan langsung segera kita perbaiki dengan melibatkan instansi terkait,” kata Kadis, Selasa (21/2/2023).
Namun yang lebih penting menurutnya, yaitu bagaimana prilaku dan kesadaran masyarakat meningkat. Dukungan Camat , Lurah dan RT dapat membantu agar pola prilaku masyarakat bisa semakin baik dalam memperlakukan sampah.
“Contoh, di kawasan perairan terbuka dan drainase. Jangan adalagi warga yang membuang sampah disana. Terhadap ruang terbuka hijau seperti taman kota, taman media jalan, jangan adalagi pedagang-pedagang liar yang dapat mengurangi nilai estetika taman dan menganggu kenyamanan para pengunjung taman dengan berjualan disana, silakan berjualan di tempat yang telah disediakan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Zaini, bahwa untuk pemberian Adipura di Tahun 2023, dilakukan seleksi ekstra ketat, karena jumlah penerima adipura jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dijelaskannya, Adipura sendiri adalah instrumen pengawasan kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota dalam menyelenggarakan pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau dalam mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang bersih, teduh, dan berkelanjutan, dan sifatnya adalah Mandatory yang menjadi kewajiban bagi pemerintah kota dan kabupaten.
Zaini meyakini hasil pemantauan dan penilaian Tim Adipura dari pusat terhadap beberapa titik pantau khususnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kota Palangka Raya telah memenuhi nilai yang ditentukan, sehingga dirinya optimis Kota Palangka Raya meraih Adipura Tahun ini, setelah 2 (dua) tahun di masa pandemi tidak ada penyelenggaraan penilaian dari pusat.
“Dua Tahun ini kami pergunakan untuk peningkatan kapasitas pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dengan melibatkan peran serta para pihak. Maka dari itu kami optimis Palangka Raya akan meraih Adipura,” ungkapnya.
Dukungan penuh dari Walikota Palangka Raya Fairid Naparin menambah semangat instansinya bekerja, sinergisitas antara pemerintah melalui leading sector Dinas Lingkungan Hidup bersama Dinas terkait, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, masyarakat terus ditingkatkan khususnya dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya, melalui kegiatan diantaranya bank sampah, pengolahan dan pendaur ulangan sampah, pengaktifan TPS3R dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dengan tujuan agar sampah yang dibuang di TPA dapat terkurangi.
Untuk itu dirinya tidak henti-hentinya mengajak kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha agar benar-benar bahu membahu mengatasi persoalan sampah demi mewujudkan kota Palangka Raya yang bersih dan tertata demi kepentingan kita bersama.
“DLH tidak bisa bekerja sendiri, tetapi perlu kepedulian dan keterlibatan dari semua sektor yang pada dasarnya adalah penghasil sampah, baginya Adipura adalah bonus ketika kita sudah mampu mengelola sampah dan ruang terbuka hijau dengan baik,” pungkasnya. (pra)



