ALL SPORTBeritaNASIONALSport

Komdis PSSI Tegas! Sederet Sanksi Menimpa Klub Liga 2 dan EPA Liga 1

KALTENG.CO-Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menunjukkan ketegasannya dengan menjatuhkan berbagai sanksi kepada klub dan individu yang terbukti melakukan pelanggaran hingga pertengahan Februari 2025.

Berdasarkan hasil sidang Komdis sejak 3 Februari 2025, sejumlah klub Liga 2 dan Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 menjadi sasaran sanksi, mulai dari larangan bermain, denda, hingga sanksi lainnya.

Sorotan Utama: Aksi Cekik Wasit di Liga 2

Salah satu pelanggaran berat yang paling menyita perhatian adalah tindakan Sunandar Boro, seorang ofisial tim Persipal FC. Dalam pertandingan melawan Persikas Subang pada 1 Februari lalu, Sunandar melakukan protes keras hingga berujung pada tindakan mencekik wasit. Akibatnya, ia mendapatkan kartu merah langsung dan sanksi berat berupa larangan berpartisipasi dalam pertandingan selama 6 bulan serta denda sebesar Rp 25 juta.

Pemain dan Penonton Persipal Juga Kena Sanksi

Tidak hanya Sunandar, anggota tim Persipal lainnya, Dolly Ramadhan Gultom, juga mendapatkan sanksi akibat pelanggaran serius yang ia lakukan. Dolly melakukan pelanggaran kasar terhadap pemain lawan hingga diganjar kartu merah. Ia pun mendapatkan sanksi larangan bermain sebanyak empat pertandingan dan denda Rp 5 juta.

Persipal benar-benar “panen” sanksi. Selain dua anggota tim, penonton mereka juga berulah dengan melempar plastik berisi air di tribun barat. Akibatnya, klub asal Palu itu harus membayar denda sebesar Rp 10 juta.

Pelanggaran Kasar di Liga 2 dan EPA Liga 1

Pelanggaran berat lainnya yang berujung sanksi dari Komdis PSSI adalah tindakan Agung Prasetyo, pemain Bekasi City, yang menginjak pemain Adhyaksa Farmel FC yang sedang terjatuh. Meskipun luput dari perhatian perangkat pertandingan, tindakan kasar Agung tetap mendapatkan ganjaran berupa larangan bermain sebanyak empat pertandingan dan denda Rp 5 juta.

Sejumlah klub EPA Liga 1 juga tidak luput dari sanksi. Pemain Persib Bandung U-18, Ibnu Sabian Sinulingga, mendapatkan kartu merah dan sanksi larangan bermain empat pertandingan serta denda Rp 5 juta karena melakukan tindakan kasar terhadap pemain Persik Kediri U-18.

Pemain Malut United FC U20, Abhitha Bayu Satria, juga mendapatkan sanksi serupa setelah memukul pemain Bali United U20 dan mendapatkan kartu merah langsung. Abhitha dihukum larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp 5 juta.

Ketegasan Komdis PSSI

Rentetan sanksi yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI ini menunjukkan bahwa mereka tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran, baik yang dilakukan oleh pemain, ofisial tim, maupun penonton. Ketegasan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih fair dan sportif.

Kasus-kasus pelanggaran ini juga menjadi pengingat pentingnya edukasi dan kesadaran bagi seluruh elemen sepak bola, mulai dari pemain, ofisial, hingga penonton. Sportivitas, fair play, dan respek terhadap wasit serta pemain lawan adalah nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dalam setiap pertandingan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button