BeritaHIBURANLife StyleMETROPOLIS

Berpotensi Perjudian, Demam Labubu dan Blind Box di Singapura Kini Diawasi Ketat Otoritas Perjudian

KALTENG.CO-Fenomena blind box atau kotak misteri kini bukan sekadar tren mainan biasa. Pemerintah Singapura secara resmi mengambil langkah tegas dengan menyiapkan regulasi khusus untuk mengatur penjualan produk koleksi acak ini.

Langkah ini diambil karena model bisnis berbasis probabilitas tersebut dinilai berpotensi memicu perilaku yang menyerupai perjudian, terutama di kalangan konsumen muda.

Kebijakan Baru: Respons Terhadap Risiko Adiksi

Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, dalam pernyataannya pada Kamis (12/2/2026), mengungkapkan bahwa Kementerian Dalam Negeri bersama Gambling Regulatory Authority (GRA) telah melakukan kajian mendalam terhadap fenomena ini.

Pemerintah memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru yang dirancang untuk:

  • Mengatur persyaratan penjualan blind box secara spesifik.

  • Membatasi risiko yang dapat mendorong perilaku perjudian.

  • Meningkatkan transparansi terhadap konsumen.

Menanggapi usulan anggota parlemen Dennis Tan, Shanmugam juga mengindikasikan bahwa kewajiban pengungkapan peluang (probabilitas) untuk mendapatkan item langka akan menjadi poin krusial dalam perumusan regulasi tersebut.

Mengapa Blind Box Menjadi Sorotan?

Secara teknis, blind box adalah produk dalam kemasan tersegel di mana pembeli tidak mengetahui varian isi di dalamnya hingga kotak dibuka. Daya tarik utama sekaligus risiko terbesarnya terletak pada:

  1. Mekanisme Kejutan: Memberikan sensasi dopamin saat mendapatkan karakter yang diinginkan.

  2. Edisi Langka (Hidden Figures): Peluang kecil mendapatkan item langka mendorong pembelian berulang (repeat order).

  3. Ketidakpastian Peluang: Tanpa regulasi, produsen seringkali tidak transparan mengenai berapa rasio sebenarnya untuk mendapatkan koleksi tertentu.

Tahukah Anda? Nilai pasar blind box global diproyeksikan melonjak dari USD 11,38 miliar (2021) menjadi USD 24,2 miliar pada tahun 2033.

Ekspansi Global dan Pengaruh Pop Culture

Pertumbuhan industri ini tak lepas dari peran pemain besar seperti Pop Mart. Perusahaan asal Tiongkok ini sukses mengglobal dengan karakter ikonik seperti Labubu, yang popularitasnya meledak setelah dipromosikan oleh Lisa BLACKPINK.

Di Singapura sendiri, tren ini merambah ke berbagai lini:

  • Brand Internasional: Pop Mart (6 gerai), Mofusand, dan Sonny Angel.

  • Inovasi Lokal: Start-up Unigons meluncurkan “Fortune Merlion” edisi SG60 dari plastik daur ulang.

  • Promosi Korporasi: Raksasa ritel FairPrice dan KFC Singapura menggunakan blind box bertema Imlek sebagai strategi pemasaran.

Perbandingan Global: Belajar dari Tiongkok

Singapura bukanlah negara pertama yang waspada. Tiongkok telah lebih dulu melarang penjualan blind box kepada anak di bawah usia delapan tahun untuk mencegah risiko kecanduan sejak dini.

Sebelum regulasi blind box ini muncul, otoritas Singapura (GRA) juga sudah bertindak tegas terhadap:

  • Mystery Box: Diatur melalui skema lisensi kelas.

  • Mesin Penjual Hadiah Misteri: Pada 2018, kepolisian menghentikan operasional mesin ini karena dianggap menyerupai lotre publik.

Perlindungan Konsumen di Atas Tren

Langkah Singapura ini menandai pergeseran pandangan otoritas terhadap industri mainan. Blind box kini tidak lagi dilihat hanya sebagai hobi koleksi, melainkan isu kebijakan publik yang berkaitan dengan perlindungan konsumen.

Dengan adanya regulasi ini, Singapura berpotensi menjadi acuan global dalam menentukan batasan yang jelas antara inovasi komersial dan praktik perjudian terselubung dalam industri kreatif. (*/tur)

Related Articles

Back to top button