BeritaDISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Literasi Keuangan Digital: Sri Widanarni Ingatkan Risiko Investasi Kripto

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, membuka Kuliah Umum Literasi Keuangan di Aula Palangka Universitas Palangka Raya, Jumat (14/5/2025).

Dalam sambutannya mewakili Gubernur, Sri Widanarni menyoroti pesatnya digitalisasi yang mengubah lanskap transaksi keuangan, termasuk munculnya berbagai instrumen keuangan digital seperti aset kripto.

“Perkembangan ini membawa peluang sekaligus tantangan. Indonesia bahkan berhasil masuk tiga besar negara dengan tingkat adopsi kripto tertinggi di dunia pada tahun 2024,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa meskipun aset kripto menjanjikan keuntungan, investasi ini juga memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, edukasi keuangan seperti yang di selenggarakan dalam kuliah umum ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai aset kripto.

Sri Widanarni berharap kegiatan ini dapat membekali generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara cerdas dan bijak, serta menjadi pelopor dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Minat Masyarakat Terhadap Aset Kripto Terus Meningkat

“Dengan meningkatnya literasi keuangan, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta terhindar dari berbagai modus kejahatan digital. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, turut menyampaikan bahwa menurut data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tahun 2024, terdapat 22,91 juta investor aset kripto di Indonesia, meningkat 23,77% di bandingkan tahun sebelumnya.

“Minat masyarakat terhadap aset kripto terus meningkat. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, aset ini memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga serta berbagai bentuk penipuan seperti tawaran hadiah koin gratis, akun influencer palsu, hingga bursa kripto yang tidak resmi,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemahaman sebelum berinvestasi agar masyarakat tidak hanya mengikuti tren tanpa memahami risikonya. Sebagai bagian dari kegiatan ini, juga di lakukan peluncuran Buku Saku Literasi Aset Kripto, yang di harapkan dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam memahami investasi di sektor ini. (pra)

EDITOR : TOPAN

Gambar Kiri Gambar Kanan

Related Articles

Back to top button