
KALTENG.CO-Pekan ke-34 Liga 1 2024/2025 benar-benar menyuguhkan drama yang menguras emosi, terutama di zona degradasi.
Pertarungan sengit untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia berlangsung hingga menit-menit akhir pertandingan. Pada akhirnya,
Semen Padang FC berhasil keluar dari lubang jarum dan mengamankan tempat mereka di Liga 1 musim depan. Namun, nasib pahit harus diterima oleh PSS Sleman dan Barito Putera yang, meskipun meraih kemenangan di laga pamungkas, tetap harus terdegradasi.
Perjuangan Hidup Mati Semen Padang di Malang
Semen Padang datang ke Stadion Kanjuruhan, Malang, dengan beban yang sangat berat. Berhadapan dengan tuan rumah Arema FC yang dikenal tangguh di kandang sendiri, tim berjuluk Kabau Sirah ini membutuhkan tiga poin penuh untuk memastikan diri lolos dari jeratan degradasi.
Di awal pertandingan, tekanan sempat menghampiri Semen Padang. Bahkan, posisi mereka sempat melorot ke peringkat ke-16 di klasemen sementara setelah Barito Putera sempat unggul atas PSIS Semarang.
Namun, Semen Padang menunjukkan mental baja dan bangkit di babak kedua. Gol yang dinanti-nanti akhirnya lahir pada menit ke-72 melalui kaki Filipe Chaby yang sukses memanfaatkan umpan matang dari Cornelius Stewart.
Gol krusial ini sontak mengubah peta persaingan di klasemen. Kabau Sirah naik ke posisi 13 dengan 36 poin, berhasil melewati Persis Solo dan Madura United yang sebenarnya memiliki poin sama, namun Semen Padang unggul head-to-head.
Kemenangan semakin manis setelah Muhammad Ridwan menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-90+3, memastikan tiga poin krusial bagi Semen Padang hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan dramatis ini bukan hanya menyelamatkan mereka dari degradasi, tetapi juga menjadi akhir bahagia atas perjuangan luar biasa mereka sepanjang musim.
Kemenangan yang Tak Cukup Menyelamatkan: PSS Sleman dan Barito Putera
Di sisi lain, euforia kemenangan justru berubah menjadi kesedihan bagi PSS Sleman dan Barito Putera. PSS Sleman tampil meyakinkan dengan membungkam Madura United 3-0 di Stadion Gelora Bangkalan. Begitu pula dengan Barito Putera yang berhasil menundukkan PSIS Semarang 2-1 di Stadion Jatidiri.
Sayangnya, tambahan tiga poin dari kemenangan di laga terakhir tersebut tidak cukup untuk membawa mereka keluar dari zona merah. Baik PSS maupun Barito Putera sama-sama mengoleksi total 34 poin dari 34 pertandingan, dua angka lebih sedikit dari Semen Padang. Akibatnya, kedua tim tersebut harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Liga 2 musim depan, menemani PSIS Semarang yang sudah lebih dulu terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 25 poin dari 34 laga.
Dengan hasil ini, tiga tim resmi terdegradasi dari Liga 1 2024/2025 adalah PSIS Semarang, PSS Sleman, dan Barito Putera.
Sambutan untuk Wajah Baru Liga 1
Kepergian ketiga tim tersebut akan digantikan oleh tiga klub promosi dari Liga 2 yang siap membawa warna baru di kompetisi kasta tertinggi musim depan. Mereka adalah PSIM Yogyakarta, Bhayangkara FC, dan Persijap Jepara. Kehadiran tim-tim promosi ini tentu diharapkan dapat menambah keseruan dan daya saing Liga 1 di musim mendatang.
Liga 1 2024/2025 ditutup dengan cerita penuh drama, air mata, dan euforia. Semen Padang berhasil menyelamatkan diri dengan perjuangan luar biasa di menit-menit akhir.
Sementara itu, PSS Sleman dan Barito Putera harus kembali menata diri dan berjuang di Liga 2, meski sempat meraih kemenangan di laga terakhir yang pada akhirnya tak berarti banyak dalam menentukan nasib mereka.
Musim depan, persaingan di Liga 1 dipastikan akan kembali sengit dengan kehadiran tim-tim baru yang haus prestasi. (*/tur)



